Breaking News:

DPRD Kalbar Godok Raperda Terkait Karhutla dan Peladang

"Kita di Kalbarkan ribut-ribut soal pembakaran lahan sampai memakan korban ditangkapi,

Penulis: Ridho Panji Pradana | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIDHO PANJI PRADANA
Ketua Bapemperda DPRD Provinsi Kalbar, Thomas Alexander 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - DPRD Provinsi Kalbar sedang menggodok rancangan peraturan daerah (Raperda) terkait dengan kebakaran hutan dan lahan serta bagi peladang yang membuka lahan.

Walaupun memang, sebelumnya Kalbar sendiri telah Perda Provinsi Kalbar nomor 6 tahun 1998 tentang pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

Gubernur Kalbar, Sutarmidji juga telah membuat Pergub. Adapun Peraturan Gubernur itu bernomor 39 Tahun 2019 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan.

"Perda sebelumnya akan dirubah menjadi peraturan baru dan itu akan desain serta bahas ulang bersama Pemprov, dengan adanya perda ini nanti yang baru akan memperkuat Pergub" kata Ketua Bapemperda DPRD Provinsi Kalbar, Thomas Alexander, Rabu (8/7/2020).

Temenggung Adat Desa Mapan Jaya Sintang Harap Pemerintah Serius Perhatikan Peladang Tradisional

"Sebenarnya ini sejalan dengan apa yang disampaikan Gubernur Sutarmidji, tinggal singkronisasi saja, artinya dari Pemprov sudah ada komitmen soal itu dan pihak kita sudah ada," timpal legislator Dapil Ketapang-Kayong Utara ini.

Lanjut dijelaskan politisi PDI Perjuangan ini, tugas Bapemperda menyeleksi, mendiskusikan awal dengan Pemda kemudian dimasukan ke Badan Musyawarah (Banmus).

Setelah itu, kata dia, Banmus menyerahkan ke pimpinan dewan, kemudian pimpinan dewan membentuk pansus. Bagaimana judul dan konten akan diserahkan ke pansus semua yang membahas lebih lanjut.

"Ini inisiatif dewan, soal judul (perda, red) dan materi atau konten akan dibahas lebih lanjut, nanti jika sudah ada pansus, dinaikkan dulu ke Banmus, kemudian Banmus menjadwalkan, untuk dibahas dipansus dan tugas Bapemperda telah selesai," kata Thomas Alexander,.

Sementara itu, Anggota Bapemperda, Angeline Fremalco menilai jika perda tentang karhutla dan peladang ini tentu menjadi solusi terhadap permasalahan yang selama ini melanda Kalbar ditengah bencana kabut asap.

"Kita di Kalbarkan ribut-ribut soal pembakaran lahan sampai memakan korban ditangkapi, kami di DPRD Provinsi akan prioritas membahas lebih lanjut tentang kebakaran hutan lahan ini. Raperda ini baru akan dibahas," kata Angeline Fremalco.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved