Disdik Kayong Utara Pertimbangkan Penerapan Belajar Tatap Muka
Menurut Jam Jami, alasan munculnya wacana ini mengingat saat ini sudah tidak ada kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kayong Utara.
Penulis: Faiz Iqbal Maulid | Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK.CO.I, PONTIANAK - Kepala Dinas Pendidikan Kayong Utara, Ismail menyebut pemberlakuan kebijakan belajar tatap muka untuk jenjang SD dan SMP mulai tahun ajaran 2020/2021 belum pasti dilaksanakan.
Sampai saat ini, kata Ismail, hal itu masih berupa wacana.
"Belum, itu masih wacana, kita pun masih harus konsultasi lagi terkait ini dengan Pak Bupati," kata Ismail kepada tribunpontianak.co.id, Rabu (1/7/2020).
Ismail mengatakan, yang jelas sampai saat ini mereka masih akan berpatokan pada keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang belum membolehkan belajar tatap muka untuk sekolah di luar zona hijau.
• BREAKING NEWS - Ditpolair Polda Kalbar Gagalkan Penyelundupan Ribuan Telur Penyu Asal Kepri
• Dandim 1206 PSB Berikan Kejutan Pada Kapolres Kapuas Hulu di Hari Bhayangkara ke-74
Menurut Ismail, saat ini Kayong Utara masih zona kuning, belum masuk zona hijau.
Untuk itu, proses belajar dari rumah dipastikan masih akan tetap berlanjut mulai tahun ajaran baru nanti.
"Bukan diperpanjang lagi (belajar dari rumah), itu sudah pasti akan berlanjut setelah masuk tahun ajaran baru," jelas Ismail.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kayong Utara, Jam Jami menyebut pihaknya tengah mewacanakan pemberlakuan belajar tatap muka mulai tahun ajaran 2020/2021.
Tahun ajaran baru ini akan dimulai pada 13 Juli 2020.
• Dandim 1206 PSB Berikan Kejutan Pada Kapolres Kapuas Hulu di Hari Bhayangkara ke-74
Menurut Jam Jami, alasan munculnya wacana ini mengingat saat ini sudah tidak ada kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kayong Utara.
"Hanya untuk jenjang SD dan SMP. Kalau PAUD TK belum, masih terlalu kecil.
Kita akan bertahap lah nanti," kata Jam Jami kepada tribunpontianak.co.id, Senin (29/6/2020).
Meski begitu, Jam Jami menerangkan, pihaknya akan menerapkan sistem berbeda untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Salah satunya yang direncanakan ialah penerapan sistem ganjil genap.
Dimana antara pelajar kelas 1,3, dan 5 dengan pelajar kelas 2,4, dan 6 akan masuk di hari berbeda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kepala-dinas-pendidikan-kayong-utara-ismail1.jpg)