Opini
Who Is The Big Bos? Covid-19
Sudah kurang lebih 3 bulan covid-19 menghantui kehidupan manusia di Dunia ini, berbagai protocol kesehatan dan kebijakan negara sudah...
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sudah kurang lebih 3 bulan covid-19 menghantui kehidupan manusia di Dunia ini, berbagai protocol kesehatan dan kebijakan negara sudah diberlakukan, banyak negara yang sudah melewati puncak pandemi tetapi masih sulit untuk menuju kehidupan normal yang baru.
WHO sudah mengeluarkan kriteria-kriteria agar negara yang terjangkit dapat mulai berpikir langkah-langkah untuk memulai "New Normal"
Di tahun 2020 ini seluruh dunia mendapat teguran keras dari sang pencipta, kehadiran virus COVID-19 membawa perubahan yang sangat luar biasa sampai akan terbentuknya “New Normal” di kehidupan jaman sekarang.
Mengapa COVID-19 bisa sampai mendunia seperti itu dan kenapa sampai mengganggu seluruh sektor kehidupan, tidak lain karena penyebarannya yang sangat cepat, dan ketidaksiapan semua negara dalam menanggulangi bahaya COVID-19.
Dari sektor Kesehatan contohnya, karena salah satu usaha memutus rantai penyebaran virus ini adalah social distancing, maka bebagai bidang ilmu kedokteran mengedukasi pasien-pasiennya untuk menunda berobat jika tidak emergensi.
Dari segi penanganan dan perawatan pasien pun ikut berubah, harus menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) selengkap-lengkapnya dan idealnya dirawat di ruangan khusus seperti isolasi tekanan negative.
Dari cara masuk ke Rumah Sakit pun sangat beragam, dari yang hanya menggunakan skrining quisioner Kesehatan, pemisahan pasien bergejala influenza, peniadaan jam berkunjung, sampai pemberlakuan kewajiban untuk rapid test sebelum masuk ke rumah sakit.
Sektor lain seperti perkantoran pun ikut terkena dampak nya, pemberlakuan Work From Home (WFH) tentunya bisa menyulitkan bagi sebagian besar karyawan.
Lalu pembatasan pertemuan-pertemuan, pembatasan event-event besar, sampai dengan pembatasan pergerakan antarkota dan antarnegara.
Sektor perindustrian juga ikut terkena dampaknya, penutupan berapa perkantoran yang awalnya dikatakan hanya 2 minggu berlanjut sampai beberapa bulan, terhitung sejak 20 maret 2020 Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan seruan tegas untuk menutup perkantoran dan sekolah selama 14 hari awalnya lalu di perpanjang sampai rencana untuk dibuka pada awal bulan juni 2020.
Tentunya efek dari tutupnya Sebagian besar toko retail membuat industri pun harus merumahkan sebagian besar karyawannya atau bahkan mem PHK karena tidak sanggup membayar gaji pegawai selama masa pandemik.
Dari sektor pariwisata dan perternakan, tentunya pemberlakuan pemberhentian sementara layanan transportasi udara sejak 24 April membuat pariwisata terjun bebas demi mencegah penularan infeksi virus COVID-19 dari luar negeri.
Bahkan sampai indutri peternakan pun ikut merasakan dampaknya, pembatasan untuk acara pesta dan event membuat produksi pertenakan tidak ada yang mengkonsumsi.
Sehingga nilai jualnya pun menurun drastis contohnya harga telur dan ayam potong yang awalnya telur 1 kg bisa mencapai 28 rb maka pada jaman covid hanya 19rb/kg, dan harga ayam di tingkat peternak rata-rata 8rb-14 rb/ekor.
Hampir seluruh bagian dan sektor terkena dampak dari penyebaran virus ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/peneliti-di-inggris-identifikasi-gejala-spesifik-virus-corona-sarankan-tindakan-pencegahan.jpg)