Virus Corona Masuk Kalbar
16 ASN Pemkab Sekadau Reaktif Rapid Test, Berikut Instruksi Bupati Rupinus
Sedangkan untuk pemenuhan tugas sebagai aparatur negara, 16 orang tersebut menerapkan pola Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah.
Penulis: Marpina Sindika Wulandari | Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Sebanyak 16 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sekadau dinyatakan reaktif rapid test.
Bupati Sekadau Rupinus minta seluruh staf baik ASN dan honorer di lingkungan Pemkab Sekadau tetap mengutamakan protokol Kesehatan dalam beraktivitas.
Kemudian Rupinus juga menghimbau agar ASN maupun staf honorer agar tidak berpergian keluar daerah selama situasi masih belum dikatakan aman dari Covid-19.
Tak hanya menghimbau, Bupati Sekadau juga menerapkan aturan yang wajib dipatuhi baik bagi pegawai maupun tamu di lingkungan Pemkab Sekadau.
• Gempa Hari Ini Guncang Bolaangkui Sulawesi Utara Berkekuatan M 6.3 Dirasakan hingga Palu & Manado
• Peserta Antusias Ikuti Webinar FKUB Kalbar yang Hadirkan Tokoh dan Pejabat Penting
"Pegawai yang masuk komplek Pemda wajib menggunakan masker.
Pencuci tangan sudah kita siapkan. Karena kita harus memberikan contoh.
Termasuk tamu juga kalau tidak pakai masker tidak kita terima," tegas Bupati Rupinus. Selasa (23/6/2020)
Terkait penanganan bagi ASN yang reaktif, Bupati Sekadau Rupinus memastikan saat ini enam belas ASN tersebut sedang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.
Mereka diistirahatkan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, sosial distancing dan physical distancing.
Sedangkan untuk pemenuhan tugas sebagai aparatur negara, 16 orang tersebut menerapkan pola Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah.
• Pemkab Sintang Targetkan 45 Desa Mandiri Baru di Tahun 2021
• KRONOLOGI Bidan Muda di Sambas Kalbar Dianiaya dan Nyaris Diperkosa | Warga Tangkap Tersangka
Di tempat yang sama Plt Kepala Dinas Kesehatan PP dan KB Kabupaten Sekadau Henry Alpius menjelaskan 16 ASN yang reaktif akan segera melaksanakan rapid test ulang.
"Yang reaktif ini, ASN yang kita screening karena mereka berkontak langsung dengan pelayanan yang tidak bisa dilakukan dari rumah," jelas Henry Alpius.
Lebih lanjut Henry mengatakan para ASN yang reaktif diminta untuk isolasi mandiri, karena dikhawatirkan memiliki penyakit lain yang juga memicu terjadinya reaktif terhadap rapid test yang dilakukan.
" kita beri vitamin dan gizi yang baik.
Hari ini akan Rapid Test ulang, kalau reaktif lagi akan dilanjutkan dengan swab," pungkasnya.
• KLAIM Donasi Token Listrik Gratis 900 VA dan 1300 VA di Stimulus.pln.co.id & WA 08122-123-123
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/rupinus-mengimpau-agar-asn-tetap-mematuhi-protokol.jpg)