Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Boyman Harun: Pancasila Harga Mati
Anggota Komisi V DPR RI ini menekankan pentingnya tertanam empat pilar bangsa serta pengamalan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat.
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Maudy Asri Gita Utami
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) daerah pemilihan Kalbar 1, Boyman Harun melakukan dialog kebangsaan dalam rangka sosialisasi Empat Pilar MPR RI kepada masyarakat di Jalan Trans Kalimantan, Ambawang, Kubu Raya, Kalbar, Minggu (21/06/2020).
Pelaksanaan sosialisasi empat pilar ini pun dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan.
Seperti tempat cuci tangan, hand sanitizer hingga dipersiapkan masker bagi masyarakat yang hadir.
Anggota Komisi V DPR RI ini menekankan pentingnya tertanam empat pilar bangsa serta pengamalan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat.
Sosialisasi empat pilar bangsa yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinekka Tunggal Ika ini juga dihadiri oleh pimpinan DPD PAN Kubu Raya serta Anggota DPRD Kabupaten Kubu Raya dari PAN Herianto H Rifa'i, dan Inna Marshala.
• Masjid Agung Al Falah Mempawah Terapkan Konsep Ramah Difabel
"Empat pilar ini dari pemerintah pusat tetap jadi andalan untuk selalu mengingatkan kembali bahwa dasar empat pilar bangsa dan negara ini tetap kokoh untuk menjamin bangsa dan negara ini tetap aman, nyaman, sejahtera, aman sehingga empat pilar harus terus manjadi darah daging bangsa Indonesia," kata Boyman.
Menurut Mantan Wakil Bupati Ketapang ini, nilai kebersamaan, nilai keadilan, nilai persatuan, nilai saling menghormati, gotong-royong, kasih sayang dan kekeluargaan harus ditanamkan dalam setiap jiwa bangsa Indonesia sehingga akan kuat dari serangan baik dari luar maupun dalam.
Lebih lanjut, ia pun mengungkapkan jika Pancasila adalah harga mati sehingga tidak perlu dibahas lagi.
"Kepentingan UU dalam bangsa dan negara serta seluruh rakyat Indonesia, kita sebagai anggota DPR RI juga mendengar apa yang menjadi keinginan rakyat terutama berkaitan RUU HIP, saya mendukung sekali pemerintah menunda RUU HIP," jelasnya.
"Pancasila harga mati, mestinya tidak perlu lagi dibahas-bahas, tidak perlu ditambah dan dikurangi, saya rasa sudah cocok dengan batang tubuh bangsa Indonesia berkaitan dengan empat pilar ini kita tetap menyampaikan empat pilar kebangsaan ini untuk dijiwai seluruh rakyat Indonesia," tutup Boyman.
Untuk diketahui, usai dialog juga dilakukan pembagian sembako hingga Alquran untuk masyarakat yang hadir. (*)
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/anggota-dpr-ri-boyman-harun-sdfcas.jpg)