Masjid Agung Al Falah Mempawah Terapkan Konsep Ramah Difabel

Ia juga membenarkan jika pembangunan masjid ini merupakan peran Bupati Mempawah sebelumnya yakni Ria Norsan.

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK/TRY JULIANSYAH
Bupati Mempawah, Erlina Memantau Perkembangan Pembangunan Masjid Al Falah. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Pembangunan Masjid Agung Al-Falah yang terletak di Jalan Raden Kusno, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah telah berjalan 85 persen.

Pembangunan Masjid Agung Al-Fallah dimulai pada 24 Maret 2017 oleh Bupati Mempawah ketika itu, H. Ria Norsan, yang sekarang Wakil Gubernur Kalimantan Barat.

Sebelumnya, bangunan lama Masjid Agung Al-Falah telah dirobohkan karena kondisinya yang sudah tua.

Maka Pemkab Mempawah memutuskan untuk membangun baru masjid di atas tanah yang sama, dengan luas 48x48 meter persegi, sehingga bisa menampung 3.200 jemaah.

Rumah Sakit Untan Tingkatkan Kapasitas Penggunaan Alat Swab RT PCR

Bupati Mempawah, Hj. Erlina, bersama sejumlah Kepala OPD Pemkab Mempawah, telah meninjau masjid kebanggaan masyarakat tersebut beberapa waktu lalu.

"Tinggi menara 41,650 meter, tinggi lantai I sekitar 4 meter, tinggi lantai II 8 meter, tinggi kubah utama 12 meter dan tinggi permukaan lantai dari lantai eksisting 1,2 meter."

"Selain itu, masjid juga dilengkapi dengan tempat wudhu yang refresentatif, halaman parkir yang luas, taman dan air mancur," ujar Bupati.

Tak hanya menyaksikan secara dekat ornamen interior dan eksterior masjid yang indah, tapi juga melakukan uji coba pertama air mancur di halaman utama.

"Hasil pemantauan kita, pekerjaan pembangunan Masjid Agung Al-Falah sejak Maret 2017 ini, progres-nya sudah mencapai 85 persen."

"Saya menargetkan bisa selesai akhir tahun 2020 dan langsung dipergunakan umat untuk ibadah," tuturnya.

Ia juga membenarkan jika pembangunan masjid ini merupakan peran Bupati Mempawah sebelumnya yakni Ria Norsan.

Sampai saat ini, diakuinya pula Ria Norsan selalu memantau langsung pekerjaan pembangunan masjid.

"Konsep pembangunan Masjid Al-Falah, sejak awal sudah tampak memikat, sebab referensi desainnya mengadopsi beberapa masjid terkemuka di dunia."

"Misalnya masjid di Dubai Uni Emirat Arab yang terdapat pohon kurma di tiangnya, juga mirip masjid Nabawi di Madinah dan masjid-masjid lainnya," katanya.

Tak hanya itu, masjid ini juga difasilitasi dengan eskalator, dan juga sarana khusus untuk masyarakat penyandang disabilitas.

"Dengan demikian, fasilitas ini semakin mempermudah umat untuk melaksanakan shalat maupun ibadah-ibadah lainnya," pungkasnya. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved