Hasil Rapid Test Pedagang Pasar Sayur Masuka 50 Persen Reaktif
Kita hanya minta kesadarannya, kita akan sosiaiasi lagi di pasar supaya mau dirapid test
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SINTANG - Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang mulai gencar melakukan rapid test di sejumlah pasar tradisional. Hal ini untuk menekan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sintang.
Dalam minggu ini saja, ada dua titik pasar tradisional yang pedagangnya dites cepat untuk mengetahui antibody dalam tubuhnya. Pertama di pasar sayur masuka, dan Sabtu kemarin di pasar Junjung Buih.
“Untuk hasil rapid test di pasar masuka kita sudah dapat hasilnya. Jumlah yang reaktif di atas 50 persen dari yang bersedia dirapid,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh.
• Rapid Test Pedagang Pasar Sayur Masuka, Sinto: Masih Banyak yang Tidak Mau
Harysinto Linoh menegaskan, reaktif rapid test belum tentu positif corona. Untuk memastikannya, pedagang yang reaktif rapid test harus melalui uji PCR untuk memastikan positif atau tidaknya.
Namun, bagi yang hasilnya reaktif, tetap diminta melakukan isolasi sesuai protokol kesehatan.
“Yang reaktif tetap kita minta melakukan isolasi sesuai protokol kesehatan. Tidak boleh tidak. Dari 50 persen yang reaktif, nanti kita rapid ulang dalam waktu satu minggu kedepan,” ujar Harysinto Linoh.
Diakui Sinto, tidak semua pedagang mau dirapid test. Alasannya, mereka khawatir akan menjalani isolasi setelah diketahui hasilnya reaktif.
Dinas Kesehatan juga kata dia tidak bisa memaksa orang agar mau dirapid.
“Kita hanya minta kesadarannya, kita akan sosiaiasi lagi di pasar supaya mau dirapid test. Mereka takut kalau reaktif harus diisolasi, lalu siapa yang jualan,” jelas Harysinto Linoh.
Harysinto Linoh juga melihat, masih banyak pedagang sayur di pasar belum semua mengenakan masker sebagai pelindung.
“Masih banyak pedagang bekum gunakan masker. Pedagang wajib gunakan masker, yang belanja juga harus pakai masker. Jangan Cuma pedagang yang pakai masker tapi yang belanja gak pakai. Sama juga. Kita lihat kesadaran masyarakat gunakan masker di Sintang ini belum terlalu tinggi, sudah mulai ada tapi belum cukup. Masih harus digebrak lagi bgerakan untuk gunakan masker,” ujarnya.
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut: