Breaking News:

Harga Emas Antam Logam Mulia Naik Rp 10 Ribu pada Sabtu (20/6), Tapi Dalam Sepekan Turun 5,55 Persen

Selama ini Antam menetapkan dua macam harga emas batangan produksinya: harga emas dan harga beli kembali (buyback).

Editor: Rizky Prabowo Rahino
KONTAN/Cheppy A. Muchlis
Ilustrasi emas Antam. 

Itu hitungan penurunan harga emas Antam. Beda lagi dengan kalkulasi potensi untung rugi.

Jika emas yang dibeli seminggu lalu Anda jual hari ini, maka Anda cuma bisa menjualnya dengan harga Rp 794.000 per gram sesuai dengan harga buyback yang ditetapkan Antam

Potensi kerugian yang harus Anda tanggung sekitar 11,78%.

Untunglah, pada praktiknya kita tidak harus menjual emas Antam di Butik Emas Logam Mulia. Kita juga bisa, kok, menjualnya ke toko-toko emas

Umumnya mereka berani membeli emas dengan harga lebih baik dari gerai Logam Mulia Antam.    

Siapa saja perlu mencermati dua macam harga emas tersebut kalau benar-benar serius hendak menjadi investor emas batangan.

Tanpa memperhitungkan perbedaan dua harga tersebut, bisa-bisa seorang investor emas salah menghitung potensi untung dan rugi.

Dengan selisih harga jual dan harga beli (spread) setebal itu, emas hanya cocok untuk investasi dalam jangka panjang.

Secara jangka panjang kita berharap harga emas naik jauh lebih tinggi sehingga mampu menutup selisih harga jual dan harga buyback, sekaligus memberikan laba.

Tanggal Harga Emas per gram Harga Buyback per gram (Hari ini) Potensi Laba/Rugi
13 Juni 2020 Rp 900.000 Rp 794.000 -11.78% (rugi)
20 Mei 2020 Rp 926.000 Rp 794.000 -14.25% (rugi)
20 Maret 2020 Rp 824.000 Rp 794.000 -3.64% (rugi)
20 Desember 2019 Rp 751.000 Rp 794.000 5.73% (untung)
20 September 2019 Rp 756.000 Rp 794.000 5.03% (untung)
20 Juni 2019 Rp 694.000 Rp 794.000 14.41% (untung)
20 Maret 2019 Rp 667.500 Rp 794.000 18.95% (untung)
20 Desember 2018 Rp 653.000 Rp 794.000 21.59% (untung)
20 September 2018 Rp 614.076 Rp 794.000 29.30% (untung)
Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Harga emas Antam turun 5% sepekan, potensi loss pembeli 11%. Kok bisa?
(*)
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved