Belum Ada Resepsi Pernikahan Jelang New Normal, Pengusaha Catering Ungkap Hal Ini
Hanya saja akad nikah yang dihadiri oleh keluarga kedua mempelai dengan jumlah yang telah ditentukan.
Penulis: Faisal Ilham Muzaqi | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK- Menjelang Kehidupan Baru atau new normal yang dimulai dari tempat ibadah dalam surat edaran menteri agama nomor 15 tahun 2020 yang juga memberikan panduan tentang kegiatan keagamaan yang mana didalamnya juga tercantum kegiatan akad hingga saat ini hanya diperbolehkan hadir dalam akad nikah hanya maksimal 30 orang saja.
Dengan demikian keterbatasan kehadiran pada kegiatan akad nikah tersebut yang menjadikan para pasangan calon pengantin tidak melaksanakan resepsi pernikahan besar-besaran.
Hanya saja akad nikah yang dihadiri oleh keluarga kedua mempelai dengan jumlah yang telah ditentukan.
Tidak adanya acara resepsi pernikahan ini, maka berimbas kepada pengusaha catering di kota pontianak yang sejak adanya pandemi covid-19 hingga kini masih belum dibuka dalam artian masih dalam keadaan sepi.
• Jelang New Normal, Kapolres Mempawah Rakor Bersama Instansi Terkait
Hal ini diungkapkan oleh Direktur Sanur Catering dan Dekorasi Pontianak, Syarif Alwi Almutahar.
Menurutnya akibat adanya covid-19 ini menjadikan kerugian usahanya mencapai hingga ratusan juta.
Kerugian itu dipicu oleh dibatalkannya pesanan dari para kliennya, sehingga barang ataupun makanan yang telah disiapkannya menjadi basi dan tak bisa digunakan lagi.
"Ada 25 klien yang batalkan pesanannya bahkan pesnaan itu sudah kita siapkan atau sudah dimasak, jadi membuat kita rugi. Kalau dihitung kerugiannya mencapai 90 hingga Rp100 juta," kata Alwi Almutahar, Jumat (12/6/2020).
Menurut Alwi menjadi suatu alasan bagi para catin tidak melaksanakan acara pernikahannya secara meriah lantaran peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah terlalu sulit.
"Menurut para pasangan calon pengantin itu skema pemerintah ini terlalu sulit, seperti penyiapan makanan yang tidak bebas. Padahal kalau hari biasanya kan para undangan itu maunya bebas mengambil makanan, tapi kalau sekarang kan dibatasi. Seperti makanan itu dijatah," katanya.
"Jaga jarak juga, pakai masker dan lainnya. Ini menjadi para pasangan catin tidak mau melaksanakam resepsinya," tandasnya.
Lebih lanjut, Alwi juga mengatakan bahwa pihaknya pun juga memberikan pemahaman kepada para klien yang sudah membayar pesanannya atau membayar separuh harga.
Karena ditegaskannya bahwa kejadian ini (pandemi) bukanlah disengaja oleh manusia, melainkan bencana alam yang berimbas pada semua sektor kehidupan.
Akibat kerugian itu, Alwi mengungkapkan hingga kini Ia telah mengistirahatkan lima karyawannya.
"Saya ada delapan karyawan dan lima kita off kan dulu, dan tiga orang tetap kerja bagian dekorasi dan pelayanan sambil menunggu pesanan, karena memang tidak ada pemasukan," ungkapnya.
Ia pun berharap kepada semua stakholder agar bersama-sama mengatasi wabah covid-19.
Terlebih kepada pemerintah agar lebih maksimal mengatasi covid-19. Dan semoga wabah ini cepat selesai," harapnya.
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/alwi-almutaharpengusaha.jpg)