New Normal, Malik Minta Pemprov Kalbar Terus Mensosialisasikan Protokol Kesehatan pada Masyarakat
Selain itu juga, harus tetap mengetatkan sanksi kepada warga dan petugas yang melanggar protokol kesehatan.
Penulis: Faisal Ilham Muzaqi | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ahli Epidemologi Poltekkes Kemenkes Pontianak, Dr. Malik Saepudin, SKM., M.Kes mengatakan uji spesimen Covid-19 di Kalbar mengalami beberapa kendala di antaranya akibat ketersediaan alat tes spesimen seperti PCR beserta reagen dan rapid kit.
Oleh karena itu, Pemprov Kalbar diminta agar terus mensosialisasikan protokol kesehatan kepada masyarakat di era persiapan penerapan New Normal ini.
Selain itu juga, harus tetap mengetatkan sanksi kepada warga dan petugas yang melanggar protokol kesehatan.
"Harus sosialiasi yang lebih intens, dan harus dijalankan secara disiplin termasuk petugas di lapangan dengan pengawasan yang baik, dan tidak diskriminatif.
• Pemkot Sosialisasikan Penerapan New Normal, Satarudin Ajak Pelaku Usaha Jalankan Protokol Kesehatan
Harus ditindak tegas bagi masyarakat umum atau petugas protokol kesehatan. Sejumlah tempat karantina yang sudah dibuat Pemrov Klabar, harus dimanfaatkan maksimal, untuk mengkarantina lokal penduduk yang rapid test/PCR positif, untul memutus mata rantai covid-19, karena keterbatasan tempat atau kamar dirumah mungkin sulit melakukan karantina mandiri," jelas Dr. Malik, Rabu (10/6/2020).
Apabila karantina secara mandiri terus dipaksanakan, maka ditegaskannya yang tidak swab SOP beresko terjadi penularan di lingkungan keluarganya.
Dalam penanganan positif confirmasi corona yang sebelumnnya berstatus OTG maka ahli epidemologi inipun memberikan dua opsi kepada pemerintah;
Pertama, sesuai SOP penderita yang positif bisa karantina di rumah. Namun, rumah hendaknya memenuhi persyaratan dan yang bersangkutan harus menempati kamar tersendiri, tidak boleh kumpul, kamar mandi sendiri, makan dengan alat sendiri, misal dengan stereoform dan langsung buang.
• Pengurus GP Ansor Ketapang Gelar Silaturahmi dan Halal Bihalal Virtual
Kedua, harus disiplin, dalam artian tidak boleh keluar rumaj, tidak boleh kumpul dengan keluarga, karena memang terkonformasi confirmasi covid. "Kalau tidak bisa kita akan tempatkan di tempat khusus, dalam hal ini wisma atlet," jelasnya.
Ahli epidemologi pun mengungkapkan tentang pentingnya kejujuran pada warga.
"Inilah perlu kejujuran dan kesiapan warga untuk dapat mengukuti arahan dan prosedur penanganan Covid-19 yang lebih baik oleh pemrov Kalbar," tutup Malik Saepudin.
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/malik-saepudin-tim-covid-19.jpg)