Virus Corona Masuk Kalbar

KABAR BAIK Bagi Murid Pesantren Luar Kalbar dan Pesan Sutarmidji untuk Sekolah & Guru

Menyikapi dunia pendidikan saat ini, Gubernur Kalbar, Sutarmidji mengharapkan penilaian kenaikan kelas mempertimbangkan psikologis anak.

TRIBUN PONTIANAK/ TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Gubernur Kalimanta Barat, Sutarmidji menyampaikan kata sambutan dan arahannya dalam rapat kerja percepatan penyaluran dan pemanfaatan dana desa dalam menopang ketahanan pangan sosial ekonomi masyarakat, di pendopo gubernur Kalimantan Barat, Pontianak, Selasa (25/2/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Adanya pandemi Covid-19  dan demi menjaga kesehatan peserta didik Gubernur Kalbar, Sutarmidji memastikan tidak ada sekolah tatap muka hingga 13 Juli mendatang.

Sudah beberapa bulan terakhir sekolah tatap muka telah diliburkan, hal itu untuk memutus rantai penularan atau menghindarkan peserta didik dari tertular.

Meskipun sekolah tatap muka telah diliburkan sejak beberapa bulan terakhir.

Namun sebagian sekolah melakukan pembelajaran melalui internet.

Menyikapi dunia pendidikan saat ini, Gubernur Kalbar, Sutarmidji mengharapkan penilaian kenaikan kelas mempertimbangkan psikologis anak.

Ia menegaskan jika diperbolehkan, semua murid harus naik kelas karena mempertimbangkan psikologis mereka.

"Saya berharap penilaian kenaikan kelas untuk semua tingkatan, mempertimbangkan psikologis anak," ucap Sutarmidji, Minggu (7/6/2020).

Guru dan pihak sekolah ditegaskannya harus memperhatikan efektivitas pembelajaran non tatap muka langsung.

"Kalau boleh ambil kebijakan untuk menaikan mereka dengan lakukan inovasi untuk menambah pemahaman mereka tentang materi yang sudah disusun dalam silabus," tambahnya.

Ia menekankan, yang perlu disiapkan adalah mental atau psikologis anak.

Halaman
1234
Penulis: Syahroni
Editor: Syahroni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved