Sat Polair Bengkayang Ajak Nelayan Berperan Aktif Dalam Ketahanan Pangan

Pandemi Covid-19 membuat rapuh seluruh sendi ekonomi, termasuk sektor yang terkait dengan penyediaan pangan.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
PATROLI - Dalam kegiatan patroli dialogis Rabu (3/6/2020), personel Sat Polair Polres Bengkayang Bripka Herman sambangi nelayan tradisional yang ada di Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BENGKAYANG - Pandemi Covid-19 membuat rapuh seluruh sendi ekonomi, termasuk sektor yang terkait dengan penyediaan pangan.

Salah satu para pelaku usaha di sektor pangan yaitu nelayan, termasuk kelompok masyarakat yang sangat rentan terdampak pandemi Covid-19.

Jika kelompok profesi ini tidak mendapat perhatian, akan berdampak dengan pemenuhan kebutuhan pangan nasional, karena mereka tidak akan dapat berproduksi.

Dalam kegiatan patroli dialogis Rabu (3/6/2020), personel Sat Polair Polres Bengkayang Bripka Herman sambangi nelayan tradisional yang ada di Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan.

BREAKING NEWS - Diduga Cabuli Anak Bawah Umur hingga Hamil 7 Bulan, Pelaku Hampir di Amuk Warga

Pada kesempatan tersebut Bripka Herman mengajak nelayan tradisional berperan aktif dalam menguatkan pemenuhan kebutuhan pangan disektor perikanan.

Menurutnya selama pandemi Covid-19 para nelayan mengeluh dengan harga jual ikan di pasaran yang turun drastis.

"Nelayan mempunyai peran sangatlah luar biasa dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan harus didukung dengan bantuan alat-alat produksi dan kestabilan harga oleh pemerintah,” ucap Herman.

Kehadiran alat-alat produksi ini lah yang akan menjamin sumber pangan perikanan terjaga.

Karena dengan adanya alat-alat produksi tersebut, maka nelayan akan lebih leluasa untuk melaut dan menjual hasil tangkapannya.

Miliki 26 Paket Sabu dan Ekstasi Siap Edar, IRT di Menyuke Landak Ditangkap Polisi

"Sesuai dengan tugas kami menjaga harkamtibmas di wilayah perairan dengan melakukan sambang dan patroli dialogis diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi nelayan ketika akan melaut sampai kembali pulang untuk mendaratkan hasil tangkapannya,” tutup Bripka Herman. (*)

Editor: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved