Virus Corona Masuk Kalbar

PCNU Harap Pemerintah Kota Pontianak Gratiskan Biaya Rapid Test Bagi Santri

Adapun dalam rapat tersebut ada beberapa hal yang dibahas antara lain, bahwa PCNU kota Pontianak mendukung Edaran kemenag no 15 thn 2020

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA/PCNU Pontianak
PCNU Kota Pontianak harap Pemerintah Kota Pontianak menggratiskan biaya rapid test bagi Santri. Hal ini disampaikan dalam rapat bersama Pemkot, Rabu (3/6/2020) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Dalam rangka persiapan penerapan kebijakan penerapan New Normal, pemerintah Kota Pontianak menggelar rapat yang dilaksanakan di kantor Wali Kota Pontianak, Rabu, (03/06/2020).

Rapat ini dihadiri oleh Sekda kota Pontianak, Mulyadi, Dinas Kesehatan Kota Pontianak, MUI kota Pontianak, PC NU kota Pontianak, Muhammadiyah Kota Pontianak, FKUB dari Islam, Hindu, Budha, Konghucu dan Kristen.

Ahmad Faruki Selaku Ketua PCNU kota Pontianak mengatakan bahwa menurutnya pemberlakuan new normal, saat pandemi sudah mulai membaik ini adalah suatu hikmah dari sebuah kejadian.

Covid-19 Masih Marak, Penyakit Mematikan yang Pernah Terjadi di Afrika Ini Kembali Merebak di Kongo

LOGIN WWW.PLN.CO.ID Gratis Token Listrik PLN Bulan Juni, WA 08122123123

Dimana saat ini kita dianjurkan hidup bersih dengan selalu mencuci tangan saat masuk rumah dan keluar rumah. 

Masuk pasar dan keluar pasar demikian juga masuk masjid dan mushalla yang sudah disediakan air dan sabun cuci tangan juga membiasakan memakai masker, saat keluar rumah dan tetap menjaga jarak untuk menghindari penularan covid-19. 

"Semoga hikmah dari covid -19 ini akan membawa kebaikan bagi kita semua," ujarnya

Adapun dalam rapat tersebut ada beberapa hal yang dibahas antara lain, bahwa PCNU kota Pontianak mendukung Edaran kemenag no 15 thn 2020 tentang panduan penyelenggaraan kegiatan keagamaan di rumah ibadah masa aman covid di masa pandemi.

"Berikutnya mengusulkan agar biaya Rafid test bagi santri yang akan pulang ke Pondok Pesantren bisa di bebaskan, mengingat kondisi wali santri saat ini rata-rata kesulitan ekonominya," ujar Ahmad Faruki.

Pengamat Nilai Sasaran Anggaran untuk Tangani Covid-19 di Kalbar Sudah Tepat

Bupati Jarot Sebut Tes, Telusur dan Isolasi Harus Maksimal Sebelum Memasuki Era New Normal

Dirinya juga berharap pada pemerintah untuk bisa mengendalikan harga tiket pesawat dan kapal laut mengingat jumlah santri yang akan balik ke Pondok Pesantren yang jumlahnya Ribuan ke berbagai Pondok Pesantren di Pulau Jawa.

'Harapan kami semua santri masih bisa melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesantren sekalipun dalam kondisi kesulitan ekonomi saat ini," tegasnya.

Namun Menurut Faruki santri yang akan balik ke Pondok Pesantren hendaknya selalu memperhatikan kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan aman tidaknya terutama menuju wilayah zona merah. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Zulkifli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved