Breaking News:

OTT Perdagangan Tumbuhan Dilindungi

Aksi Pencurian Tumbuhan Langka Kantong Semar Dilakukan Sejak Tahun 2017, 1 Pokok Dijual Rp 500 Ribu

Setelah mencuri tumbuhan endemik itu, pelaku lalu memperdagangkan melalui media sosial.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Aksi pencurian terhadap tumbuhan kantong semar endemik yang hanya tumbuh di Taman Wisata Alam Gunung Kelam dilakukan oleh pelaku sejak tahun 2017 silam.

Pelaku, mengambil sendiri kantong semar berjenis Nephentes Clipeata yang dilindungi undang-undang dan berstatus Critically Endangered atau terancam punah tersebut.

"Dari keterangannya, pelaku telah melakukan aktivitas terlarang tersebut sejak tahun 2017. Pelaku mengambil sendiri dari alam TWA Gunung Kelam," kata Kepala BKSDA Seksi Wilayah II Sintang, P Bharata Sibarani kepada Tribun Pontianak, Kamis (28/5/2020).

Setelah mencuri tumbuhan endemik itu, pelaku lalu memperdagangkan melalui media sosial.

"Pelaku melakukan transaksi jual belinya di Media Sosial FB. Harga jual tumbuhan per pokok Rp 500 ribu,” ujarnya.

“Tujuan penjualan antara lain di Riau, Malang, hingga Taiwan. Facebook-nya sempat viral di netizen nephentes," kata Bharata.

Satu Pasien Positif Covid-19 di Pontianak Asal Sekadau, Gugus Tugas Sekadau Lakukan Tracing

Dibutuhkan waktu lidik 10 hari untuk mengungkap pelaku pencurian Nephentes Clipeata yang punya jaringan antar negara tersebut.

Bharata Sibarani, memimpin langsung operasi dengan dibantu Gakkum Pontianak dan melakukan OTT terhadap pelaku.

"Posisi pelaku dalam perjalanan dari Sekadau ke Pontianak," ungkapnya.

Modus operandi dua pelaku mencuri tumbuhan Kantong Semar (Nephentes Clipeata) yang dilindungi undang-undang dari TWA Gunung Kelam dan memperniagakan tumbuhan tersebut dalam keadaan hidup melalui media sosial ke luar pulau dan lintas negara.

"Pelaku meniagakan tumbuhan tersebut dalam keadaan hidup melalui akun facebook, telegram, messenger ke luar pulau dan lintas negara, seperti Taiwan, Penang, Kuching, Kuala Lumpur Malaysia," ungkap Bharata.

Rabu sore kemarin, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar bersama dengan Balai Gakkum Kalimantan Seksi Wilayah Pontianak berhasil melakukan operasi tangkap tangan Perdangan Nephentes Clipeata jaringan antar negara.

BREAKING NEWS - BKSDA Kalbar dan Balai Gakkum OTT Perdagangan Kantong Semar Jaringan Antar Negara

Dua pelaku berhasil dibekuk berinisial RMN (23) dan MDS (32) di jalan Lintas Kalimantan Poros Tengah Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (27/5/2020) sekira pukul 16.00 WIB. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved