PESAN Presiden China ke Militernya: Penting Eksplorasi Cara-cara Pelatihan dan Persiapan Perang

Presiden China, Xi Jinping menyampaikan pesan pada militer di tengah hubungan yang memanas dengan beberapa negara.

(AFP / GREG BAKER)
Prajurit militer China sedang berbaris. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BEIJING - Di tengah hubungan yang memanas dengan beberapa negara, Presiden China Xi Jinping memberikan instruksi kepada militernya.

Ia berpesan agar tentara China harus meningkatkan kesiapannya untuk menghadapi konfrontasi bersenjata dan meningkatkan kemampuan tugas-tugas militer.

Hal ini diungkapkannya ketika peningkatan anggaran militer China dikaitkan dengan ancaman keamanan oleh negara lain.

Xi mengatakan kepada para perwira militer China di sela-sela pertemuan tahunan Kongres Rakyat Nasional (NPC) bahwa Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) telah berkinerja baik dalam membantu mengendalikan wabah virus corona atau Covid-19.

China Kembali Bantah Trump tentang Tuduhan Pembunuhan Massal di Tengah Pandemi Covid-19

Namun, ia juga berpesan agar tetap harus mencari cara-cara baru pelatihan selama pandemi.

"Penting untuk mengeksplorasi cara-cara pelatihan dan persiapan perang karena upaya pengendalian epidemi telah dinormalisasi," ujar Xi dikutip Kontan.co.id seperti dilansir South China Morning Post dari kantor berita pemerintah Xinhua

Lebih lanjut, Xi Jinping menilai, penting untuk meningkatkan persiapan untuk pertempuran bersenjata.

"Untuk secara fleksibel melaksanakan pelatihan militer tempur yang sebenarnya, dan untuk meningkatkan kemampuan militer kita untuk melakukan misi militer," tegasnya.

Presiden Xi Jinping Harus Waspadai Potensi Konfrontasi China Vs Amerika Serikat Pasca Covid-19

Presiden China, Xi Jinping.
Presiden China, Xi Jinping. (Instagram: @realxijinping)

Xi, yang mengepalai Komisi Militer Pusat, mengatakan pandemi ini telah menciptakan tantangan bagi militer, tetapi integrasi China di bidang sipil, militer dan politik telah menjadi keuntungan selama krisis.

Pertemuannya dengan para perwira PLA dilakukan ketika China mengumumkan kenaikan anggaran pertahanannya 6,6%.

Juru bicara Kementerian Pertahanan China, Wu Qian mengatakan, negaranya menghadapi ancaman keamanan yang meningkat terutama dari partai yang berkuasa di Taiwan.

"Otoritas Partai Progresif Demokratik (DPP) di Taipei mengandalkan kekuatan eksternal dan melangkah lebih jauh ke jalan separatisme. Situasi melawan separatisme semakin suram," kata Wu.

PICU Perang, Pesawat Pengebom Amerika Serikat Terbang di Dekat Perairan China

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri (Menlu) AS, Mike Pompeo mengirim ucapan selamatnya kepada Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen atas pelantikannya untuk masa jabatan kedua.

Hal itu disampaikan bersama dengan persetujuan untuk penjualan torpedo kapal selam senilai US$ 180 juta dolar dari Amerika Serikat.

Wu mengatakan, China menghadapi risiko dan tantangan baru dalam keamanan nasional.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved