Ramadhan 2020
MUTIARA RAMADHAN - Beribadah Meski di Rumah
Di tengah-tengah Penantian dan pelaksanaan ibadah di bulan suci Ramadhan kita semua dihadapkan pada wabah pandemi Covid-19.
Heriansyah SPdI
Staf Kabiro IAIN Pontianak
UMAT Islam, di Ramadhan tahun 1441 H ini merasakan kesedihan yang luar biasa.
Di tengah-tengah Penantian dan pelaksanaan ibadah di bulan suci Ramadhan kita semua dihadapkan pada wabah pandemi Covid-19.
Hadirnya wabah ini mengacaukan semua rencana yang sudah terjadwal di bulan suci Ramadan.
Tidak tanggung-tanggung orang-orang yang biasa menyibukkan dirinya beribadah di masjid harus rela mengurung diri untuk tetap di rumah saja.
Namun demikian, hal ini dilakukan tidak lain adalah demi menjaga agar umat tetap selamat dari terjangkitnya virus ini.
Nuansa yang berbeda, kita seperti merasa kehilangan sesuatu yang berharga dalam diri kita.
Namun demikian, dengan kondisi yang seperti ini tidaklah pantas kita meninggalkan ibadah-ibadah yang biasa dikerjakan di masjid, kecuali menggantinya dirumah.
Karena memang, sesungguhnya kebiasaan-kebiasaan kita saat kondisi- kondisi normal beribadah akan dihitung pahalanya sama dengan kondisi yang saat ini ketika kita meninggalkannya.
Oleh karenanya, puasa Ramadhan yang kita lakukan kali ini haruslah lebih berkualitas.
Mengapa demikian? karena potensi berkurangnya pahala oleh pandangan mata, pendengaran telinga, mulut dan lain sebagainya sudah mulai berkurang karena sebagian kita lebih banyak di rumah atau lebih banyak beribadah di rumah.
Panggilan Berpuasa untuk orang beriman seperti yang termaktub dalam Q.S 2:183, bukan panggilan biasa.
Sehingga mereka yang mampu berpuasa dengan keimanannya akan menjadi orang yang bertakwa.
Puasa satu-satunya ibadah yang tidak kasat mata sehingga tidak ada satu orang pun yang bisa mengetahui apakah seseorang itu berpuasa atau tidak kecuali ia dan Allah beserta malaikat nya.
Ibadah puasa mengajarkan kita; pertama, rasa takut kepada Allah SWT.