Utang Luar Negeri Indonesia 'Menurun', Tapi Beban Utang Indonesia Meningkat | Ternyata Ini Sebabnya

Hal ini tercermin dari debt to service ratio (DSR), alias rasio utang terhadap pendapatan yang malah meningkat.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA/INSTAGRAM @_nurul_wulandary/KOLASE
Utang Luar Negeri Indonesia 'Menurun', Tapi Beban Hutang Indonesia Meningkat | Ternyata Ini Sebabnya / ILUSTRASI 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Utang luar negeri Indonesia pada akhir Maret 2020 diketahui mengalami perlambatan atau penurunan dari periode sebelumnya.

Dikutip dari Kontan.co.id, Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa utang Indonesia itu per akhir kuartal I 2020 tercatat di kisaran US$ 389 miliar.

Dengan demikian, angka ini hanya tumbuh 0,5% year on year (yoy), dari pertumbuhan 7,8% yoy pada bulan sebelumnya.

Sayangnya, perlambatan ULN tak sebanding dengan beban utang yang ditanggung yang justru meningkat. 

Gara-gara Virus Corona, Situasi Keuangan Italia Terancam & Perkirakan Sejarah Utang Terbesar

Hal ini tercermin dari debt to service ratio (DSR), alias rasio utang terhadap pendapatan yang malah meningkat.

DSR adalah jumlah beban pembayaran bunga dan cicilan pokok utang luar negeri jangka panjang yang dibagi jumlah penerimaan ekspor.

DSR mencerminkan kemampuan sebuah negara untuk menyelesaikan kewajibannya membayar utang.

Jika rasio DSR semakin besar maka beban utang yang ditanggung pun semakin besar.

Berdasarkan data BI, DSR Tier-1 yang meliputi pembayaran pokok dan bunga atas utang jangka panjang dan pembayaran bunga atas utang jangka pendek (metode ini mengacu pada perhitungan DSR World Bank) tercatat sebesar 27,65%. 

MENGINTIP Jumlah Utang Indonesia yang Bertambah Rp 244,38 Triliun pada Maret 2020, Total 5.192,56 T

Angka ini jauh lebih tinggi dari DSR kuartal IV-2019 yang hanya 18,00%.

Halaman
123
Editor: Ishak
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved