Wabah Virus Corona

MENGINTIP Jumlah Utang Indonesia yang Bertambah Rp 244,38 Triliun pada Maret 2020, Total 5.192,56 T

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dilansir Kontan.co.id mencatat posisi utang pemerintah sampai Maret 2020 sebesar Rp 5.192,56 triliun

Shutterstock
Ilustrasi utang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Jumlah utang Indonesia terdampak wabah virus corona atau covid-19.

Di banding bulan sebelumnya, jumlah utang Indonesia bertambah.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dilansir Kontan.co.id mencatat posisi utang pemerintah sampai Maret 2020  sebesar Rp 5.192,56 triliun.

Dengan begitu, rasio utang pemerintah terhadap produk domestik Bruto (PDB) menjadi 32,12%.

Jumlah ini meningkat Rp 244,38 triliun atau 4,7% dari posisi utang pemerintah di bulan sebelumnya sebesar Rp 4.948,18 triliun.

Meskipun meningkat, tetapi rasio utang pemerintah masih berada di bawah batas aman 60%.

PAKAR Prediksi Virus Corona Indonesia Meledak dengan 95 Ribu Kasus pada Puncak Pandemi Awal Mei

Mengutip keterangan di dalam buku Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) edisi April 2020 yang dirilis pada Jumat (17/4), peningkatan jumlah utang pemerintah ini terutama disebabkan oleh adanya tekanan dan ketidakpastian global, termasuk merebaknya virus Corona (Covid-19).

"Dampak yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19 begitu kompleks, mulai dari kesehatan sampai dengan gangguan ekonomi. Ini mendorong pemerintah untuk memberikan intervensi dan stimulus, baik di sektor kesehatan maupun ekonomi, sehingga memerlukan relaksasi defisit anggaran di atas 3% terhadap PDB," papar Kemenkeu.

Secara rinci, utang pemerintah ini terdiri atas penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) dengan kontribusi sebesar 82,67% dari total utang pemerintah, serta pinjaman dengan kontribusi sebesar 17,33%.

Adapun penerbitan SBN sampai dengan akhir Maret 2020 lalu tercatat sebesar Rp4.292,73 triliun.

Halaman
12
Editor: Haryanto
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved