Breaking News

DONALD Trump 'Murka' ke Xi Jinping, Presiden Amerika Ancam Putus Hubungan Ekonomi dengan China

Pernyataan Donald Trump itu mengundang ejekan dari Hu Xijin, pemimpin redaksi tabloid Global Times yang berpengaruh di China

Editor: Ishak
Wikimedia Commons
DONALD Trump 'Murka' ke Xi Jinping, Presiden Amerika Ancam Putus Hubungan Ekonomi dengan China / ILUSTRASI 

"Presiden ini (Trump) pernah menyarankan pasien Covid-19 untuk menyuntikkan desinfektan," kata Hu di Twitter.

"Ingat ini dan kamu tidak akan terkejut ketika dia mengatakan dia bisa memutuskan seluruh hubungan dengan China." 

Peneliti China Temukan Virus Mematikan dari Mutasi Covid-19, Terbongkar Kondisi Organ Tubuh Pasien

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan kepada Fox Business Network bahwa China perlu memberikan lebih banyak informasi tentang virus corona dan Trump sedang meninjau pilihannya.

“Presiden prihatin. Dia sedang meninjau semua pilihannya,"

"Jelas, kami sangat prihatin dengan dampak virus ini terhadap ekonomi, lapangan pekerjaan Amerika, kesehatan masyarakat Amerika dan presiden akan melakukan segalanya untuk melindungi ekonomi dan melindungi pekerja Amerika," kata Mnuchin seperti yang dikutip Reuters.

“Ini masalah yang sulit dan kompleks dan presiden telah membuat semuanya sangat jelas, dia menginginkan lebih banyak informasi,"

"Mereka tidak membiarkan kami masuk, mereka tidak membiarkan kami mengerti apa yang sedang terjadi dan publik Amerika berhak untuk memahami semua fakta," tambah Mnuchin.

Trump dan pendukungnya dari Partai Republik menuduh Beijing gagal memperingatkan dunia akan tingkat keparahan dan ruang lingkup wabah virus corona dan menahan data tentang kasus-kasus paling awal.

Pandemi telah memicu resesi global yang tajam dan mengancam peluang pemilihan ulang Trump pada November mendatang.

Menurut data resmi, Amerika Serikat merupakan negara yang terpukul paling parah oleh pandemi ini. 

KRITIK Tajam Wacana Relaksasi PSBB, HMS Center Sebut Seolah Beri Karpet Merah TKA asal China

China menegaskan, mereka sudah transparan.

Di tengah aksi balas membalas kata-kata yang semakin sengit, kedua pihak telah mempertanyakan masa depan kesepakatan perdagangan.

Sementara itu, penentang Trump mengatakan, sementara China memiliki banyak jawaban atas wabah itu, Trump tampaknya berusaha mengalihkan perhatian dari kritik atas tanggapannya terhadap krisis.

Keberanian yang berbahaya

Scott Kennedy dari think tank Center for Strategic and International Studies di Washington menyebut pernyataan Trump merupakan "keberanian yang berbahaya."

Halaman
123
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved