Ramadhan 2020

Perbolehkan Shalat Idul Fitri di Lapangan, Berikut Penyampaian Ketua MUI Kalbar

Hal itu sebagai patokan boleh atau tidaknya dilaksakan di lapangan, masjid atau di rumah masing-masing,"

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Muhammad Rokib
Ketua Majelis Ulama Indonesia Kalimantan Barat, Drs. H. M. Basri HAR saat ditemui wartawan Tribun di ruang kerjanya di Sekretariat MUI Kalbar, komplek Masjid Raya Mujahidin, Pontianak Kalbar, Senin (27/4/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan Fatwa tentang pelaksanaan shalat Idul Fitri agar dilakukan di rumah saja dan dalam fatwa itu disebutkan juga bahwa shalat Idul Fitri boleh dilakukan di lapangan atau di tanah lapang, di Masjid dan Musholla dengan syarat bahwa wabah virus corona di daerah tersebut dapat terkendalikan dalam artian kasus virus corona semakin menurun.

Hal itu telah tertuang dalam Fatwa MUI No 28 Tahun 2020 Tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Shalat Idul Fitri saat Pandemi Covid-19.

Dengan fatwa MUI pusat No 28 Tahun 2020 tersebut, tentu menjadi sebuah peetanyaan bagi masyarakat, khususnya umat Islam di Kalimantan Barat yang saat ini kasus terkonfirmasi pada 14 Mei 2020 terdapat 129 kasus.

Ketua Majelis Ulama Indonesia Kalimantan Barat (MUI Kalbar), Drs. H. M. Basri HAR menyampaikan tentang hal pelaksanaan shakat idul Fitri di Kalbar.

MUI Keluarkan Fatwa Baru Soal Sholat Idul Fitri, Isinya Seperti Ini

Menurutnya, setelah adanya Fatwa MUI Pusat No 28 Tahun 2020 tersebut, maka MUI Kalbar tidak lagi membuat panduan tentang pelaksanaan shalat Idul Fitri.

Namun demikian, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak-pihak yang berwenang seperti Pemerintah Daerah (Pemda) tentang pengendalian kasus virus corona disetiap masing-masing daerah di Provinsi Kalimantan Barat.

"Karena fatwa No 28 tahun 2020 tentang panduan kaifiat takbir dan shalat idul fitri saat covid 19 sudah ada, maka MUI Kalbar tidak lagi membuat panduan, hanya koordinasi dengan pihak berwenang tentang daerah masing-masing terkendali atau tidak," ujarnya, kamis (14/5/2020).

Dengan demikian diperbolehkannya pelaksanaan shalat idul fitri dilaksanakan di lapangan, masjid dan musholla di Provinsi Kalimantan Barat akan berpatokan pada hasil kordinasi dengan masing-masing Pemda tentang pengendalian kasus covid-19.

"Hal itu sebagai patokan boleh atau tidaknya dilaksakan di lapangan, masjid atau di rumah masing-masing," pungkas Basri Har.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved