VIRUS Corona di Wuhan China Muncul Lagi, Klaster Baru | Ramai OTG, Khawatir Covid-19 Kembali Merebak

Melansir Reuters, Wuhan melaporkan lima kasus baru terkonfirmasi, yang semuanya tinggal di kompleks perumahan yang sama.

Editor: Ishak
CHINA DAILY VIA EDITOR PERHATIAN REUTERS - GAMBAR INI DISEDIAKAN OLEH PIHAK KETIGA. CHINA OUT.
VIRUS Corona Wuhan China Muncul Lagi, Cluster Baru | Banyak OTG, Khawatir Covid-19 Kembali Merebak / ILUSTRASI 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Wuhan adalah wilayah pertama di dunia yang diketahui sebagai lokasi kemunculan virus Corona jenis baru, Coronavirus SARS-CoV-2 yang kini menjadi penyebab pandemi global Covid-19

Setelah melewati masa-masa sulit lockdown sejak akhir 2019 silam, Wuhan juga menjadi wilayah di China yang berhasil melepaskan diri dari episentrum Covid-19

Lokcdown di Wuhan pun sempat dicabut. 

Namun, Wuhan China kini menghadapi kekhawatiran baru. 

Dikutip dari Kontan.co.id, Wuhan, episentrum wabah virus corona baru di China, melaporkan kluster infeksi pertama sejak penguncian di Ibu Kota Provinsi Hubei itu dicabut sebulan yang lalu.

Cara Bali Kendalikan Virus Corona Covid-19 Lebih Efektif Dibanding PSBB

Kondisi ini lantas memicu kekhawatiran kebangkitan yang lebih luas dari penyakit tersebut.

Infeksi baru menambah lapisan kehati-hatian dalam upaya untuk menurunkan pembatasan untuk mengekang penyebaran virus corona di seluruh China, tak kala roda bisnis mulai kembali bergulir dan orang-orang kembali bekerja.

Melansir Reuters, Wuhan melaporkan lima kasus baru terkonfirmasi, yang semuanya tinggal di kompleks perumahan yang sama. 

Racik Sendiri Obat Virus Corona, Apoteker Ini Meninggal Dunia Seusai Meminumnya

Salah satunya adalah istri seorang pasien pria berusia 89 tahun yang dilaporkan sehari sebelumnya dalam kasus pertama di kota itu sejak 3 April lalu.

Semua kasus terbaru sebelumnya masuk klasifikasi sebagai orang tanpa gejala.

Yakni orang yang positif terjangkit virus corona dan bisa menularkan ke orang lain tetapi tidak menunjukkan tanda-tanda klinis seperti demam.

Jumlah kasus tanpa gejala di China tidak diketahui.

Sebab, hanya muncul di radar pejabat kesehatan ketika orang-orang itu menunjukkan hasil positif selama uji virus, yang dilakukan sebagai bagian dari pelacakan kontak dan pemeriksaan kesehatan.

China tidak memasukkan kasus tanpa gejala dalam penghitungan keseluruhan kasus virus corona yang terkonfirmasi, yang saat ini di angka 82.918, sampai mereka menunjukkan tanda-tanda infeksi.

KLAIM Token Listrik Gratis Mei 2020 ! Login pln.co.id dan WhatsApp Stimulus Corona Covid-19

Cina hingga Senin (11/5/2020) telah melaporkan 4.633 kematian.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved