KEMATIAN TRAGIS Peneliti Covid-19 asal China Tewas Ditembak Pasangan di AS, Tersangka Bunuh Diri
Menurut Departemen Kepolisian Ross, Bing Liu ditemukan tewas dengan kondisi luka tembak di kepala, leher, dada dengan mengenaskan.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, WASHINGTON DC - Kematian tragis dialami seorang ilmuwan asal China yang bekerja untuk penelitian tentang virus corona di Amerika Serikat (AS).
Ia tewas ditembak diduga pelakunya adalah pasangannya sendiri.
Dikutip Kompas.com dilansir CNN, korban tewas Bing Liu yang berusia 37 tahun ditemukan tewas pada Sabtu pekan lalu, di rumahnya di pinggiran Kota Pittsburgh.
Dia sendiri bekerja sebagai seorang asisten profesor peneliti di bidang Computational & Systems Biology Department, School of Medicine, Universitas Pittsburgh.
• Petaka di Ultah ke-29 Selebgram Cantik asal Rusia Yekaterina, Tiga Orang Tewas Termasuk Sang Suami
Menurut Departemen Kepolisian Ross, Bing Liu ditemukan tewas dengan kondisi luka tembak di kepala, leher, dada dengan mengenaskan.
Penyelidik percaya bahwa orang kedua yang tidak dikenal, menurut keterangan media AFP bernama Hao Gu (46).
Hao Gu diduga sebagai pelaku kemudian ditemukan tewas di mobilnya setelah menembak dan membunuh Liu.
Setelah membunuh korban, pelaku diduga kembali ke mobil dan bunuh diri.
Petugas polisi mengatakan insiden yang terjadi itu disebabkan oleh perselisihan keduanya sebagai pasangan intim (pasangan sejenis).
Berdasarkan laporan WTAE pada Rabu (6/5/2020), kematian Liu juga tidak berkaitan dengan penelitian yang dilakukannya.
Meski begitu, rupanya warganet di media sosial tetap menaikkan isu teori konspirasi yang mengatakan bahwa Liu menjadi target karena dia tengah mempelajari virus corona.
"Bing Liu telah dibunuh oleh pemerintah yang korup," tulis seorang pengguna di Twitter, "Dia hampir mengungkap kebenaran tentang Covid-19 dan bagaimana sebenarnya virus itu berasal dari AS."
• KRONOLOGI Lengkap Ayah dan Anak Pesta Miras Oplosan, 8 Orang Tewas dan Lima Kritis
Pengguna media sosial lainnya punya kesimpulan berlawanan.
Mereka menyarankan agar ada investigasi atau penyelidikan terkait pembunuhan profesor asal China itu.
Mereka menyebut, "profesor asal China itu dibunuh atas perintah pemerintah komunis China."