HEBOH Kabar akan Muncul Dukhan pada 15 Ramadhan, Bisakah Bumi Gelap Total oleh Kabut?
Saat ini ada lebih dari 20.000 asteroid dekat Bumi yang dikenal dengan Near Earth Asteroid (NEA), dan lebih dari seratus komet periode pendek
Teori tentang dampak Asteroid besar yang menghantam bumi pada kepunahan dinosaurus adalah skenario yang paling kuat menurut para ahli.
Sebuah kawah besar, bernama Kawah Chicxulub, telah ditemukan terkubur di bawah tanah di Semenanjung Yucatan di Meksiko. Asteroid itu cukup besar hingga mampu membuat kawah selebar 7 hingga 50 mil (11-80,5 kilometer). Sebagian ahli menyebutkan lebarnya bahkan mencapai 90 mil (145 kilometer).
Selain itu, unsur seperti iridium yang jarang di Bumi tetapi lebih umum berada di asteroid, ditemukan tersebar di seluruh permukaan bumi dan tersimpan di lapisan batu yang berasal dari K-PG Boundary atau batas Cretaceous-Paleogene, penanda antara era ketika dinosaurus menjelajahi bumi dan dunia yang lebih mirip hari ini.
Kita dapat menelusuri sejarah Bumi untuk mempelajari periode waktu ini dengan menggali lapisan batuan yang lebih dalam di mana masing-masing membawa jejak peristiwa yang terjadi ketika batu-batu itu dulu ada di permukaan.
Para ahli mensimulasikan peristiwa pasca jatuhnya asteroid di situs Chicxulub, di mana muncul awan debu yang cukup tebal, menyebar ke seluruh planet. Debu ini mampu menghalangi sinar matahari dan mengakibatkan efek kegelapan di seluruh permukaan bumi.
Debu ini saja sudah cukup untuk membunuh secara perlahan. Mula-mula ia membunuh tanaman, lalu hewan yang memakan tanaman, lalu hewan yang memakan hewan-hewan itu.
Selain itu, jatuhnya asteroid itu juga menyebabkan gunung-gunung terlempar ke langit lalu puing-puing jatuh ke bumi berupa butiran batu dan kaca.
Bukti keberadaan bongkahan kaca ini ditemukan di Hell Creek, situs yang berjarak lebih dari 2.000 mil dari kawah Chicxulub. Di sana, para ahli menemukan kristal kuarsa, lalu mereka juga menemukan tektites, yang merupakan bongkahan kaca yang diperkirakan terbentuk di atmosfer yang berasal dari penggabungan potongan-potongan bumi cair yang disemprotkan ke langit pasca jatuhnya asteroid.
Bongkahan kaca itu kemudian menghujani flora dan fauna di bawah, terbukti banyak ditemukan fosil berupa sekelompok ikan yang penuh dengan bongkahan kaca di ingsangnya. Begitu juga pepohonan purba yang bernama amber ditemukan bersama bola kaca.
Oleh karena itu, jika pertanyaannya adalah ‘Mungkinkah bumi gelap gulita diliputi kabut (Dukhan)?’, maka jawabnya adalah mungkin saja terjadi, meskipun (mungkin) belum dalam waktu dekat ini. (*)
* Andi Sitti Maryam adalah Dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya dan Alumni Astronomi ITB
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Isu Dukhan 15 Ramadhan, Mungkinkah Bumi Gelap Gulita Diliputi Kabut?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/asteroid-seukuran-5-kali-lapangan-bola-dekati-bumi-hari-ini-amankah.jpg)