MENGENANG Didi Kempot Bapaknya Para Sobat Ambyar, Dari Pengamen Trotoar hingga Legenda Campur Sari
Namanya mencuat sejak berkiprah di belantika musik Indonesia hingga melegenda di kalangan penggemar musik campur sari.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Seniman Didi Kempot meninggal dunia pada usia 54 tahun.
Namanya mencuat sejak berkiprah di belantika musik Indonesia hingga melegenda di kalangan penggemar musik campur sari.
Didi Kempot dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Kasih Ibu Solo pada Selasa, (5/5/2020) pagi.
Sepanjang hidupnya, Didi Kempot telah menciptakan sejumlah lagu dan telah menelurkan beberapa album.
Ia memulai karirnya dari seorang pengamen biasa hingga akhirnya dapat melegenda di dunia permusikan Indonesia.
Dilansir Kompas.com, Didi Kempot memiliki nama lengkap Dionisius Prasetyo, pria kelahiran Solo, 31 Desember 1966 tersebut dikenal dengan gelar The Godfather of Broken Heart.
Pakdhe Didi atau Lord Didi, panggilan dari para penggemarnya, Sobat Ambyar, merupakan penyanyi campursari asal Jawa Tengah.
Ia adalah putra dari pelawak terkenal asal Solo yaitu Ranto Edi Gude (alm) dan Umiyati Siti Nurjanah (alm).
Didi Kempot juga merupakan adik dari pelawak senior Srimulat, mendiang Mamik Pondang atau Mamik Prakoso.
Namun tak banyak yang mengetahui bahwa di balik kesuksesannya, pelantun lagu "Stasiun Balapan" yang dirilis pada 1999 tersebut awalnya berprofesi sebagai pengamen.
Bahkan nama belakangnya, Kempot, merupakan singkatan dari Kelompok Pengamen Trotoar, grup musik asal Solo.
Ia mengawali langkahnya di dunia musik sebagai musisi jalanan dari tahun 1984 hingga 1989.
Pada tahun 1984 hingga 1986 ia mengamen di Solo, sampai pada tahun 1978, ia bertekad pergi ke Jakarta untuk mencari penghidupan.
Di Jakarta, Didi Kempot dan kawan-kawannya sering mengamen di daerah Slipi, Jakarta Barat.
Didi Kempot bersama grupnya yang beranggotakan Dani Pelo, Comet, Rian Penthul, Heri Gempil dan Mamat Kuncung mencari uang dengan mengamen dari satu bus ke bus berikutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/mengenang-didi-kempot-bapaknya-para-sobat-ambyar-dari-pengamen-trotoar-hingga-legenda-campur-sari.jpg)