Wabah Virus Corona
Pepaya hingga Kambing Positif Covid-19 di Negara Ini, Sang Presiden Tuding Adanya Sabotase
John Magufuli mengungkapkan, secara rahasia dia melakukan pemeriksaan pada sejumlah varietas binatang, buah-buahan, dan oli kendaraan.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Peningkatan kasus virus corona di dunia masih terus terjadi.
Sebagian besar negara di dunia telah melaporkan kasus virus corona yang terjadi di wilayahnya.
Melansir data pada laman Worldometers, Senin (4/5/2020), jumlah kasus virus corona yang telah dikonfirmasi di seluruh dunia adalah sebanyak 3.561.887 (3,5 juta).
Dari angka tersebut, tercatat 248.084 kasus kematian.
Sedangkan 1.152.993 (1,1 juta) pasien telah dinyatakan sembuh.
Adapun jumlah kasus aktif dari virus corona tersebut berjumlah sebanyak 2.160.820 (2,16 juta) kasus.
Kasus aktif ini terdiri atas 2,1 juta pasien dengan dalam kondisi gejala ringan dan 50.041 pasien dengan gejala serius.
• Pengumuman Kelulusan SMA/SMK di Masa Pandemi Corona, Sangat Berbeda dari Cara hingga Penilaian
Total kasus terbanyak masih dicatatkan di AS, yaitu dengan 1,18 juta kasus dengan lebih dari 60.000 kasus kematian.
Sementara di Tanzania masih berada di angka 480 kasus dengan 16 kematian, berdasarkan data Rabu (29/4/2020)
Dianggap menyembunyikan jumlah sebenarnya dan tidak menganggap serius pandemi Covid-19, pemerintah pun mendapat kritik dari oposisi.
Presiden Tanzania, John Magufuli, pun mempertanyakan jumlah kasus Covid-19 di negaranya.
Ia meminta investigasi jika ditemukan ada 'sabotase'.
Sementara itu, Magufuli membalas kritikan dengan menyatakan bahwa orang yang terinfeksi belum tentu sakit, dan meragukan sumber daya laboratorium.
"Peralatan atau stafnya mungkin bisa dikompromikan dan kadangkala, bisa terjadi sabotase," kata Presiden Tanzania sejak 2015 itu.
Pepaya dan kambing positif terinfeksi