Human Interest Story

Puting Beliung Terjang Roban, Sembilan Rumah Rusak Parah, Ini ungkapan Para Korban

Korban puting beliung lainnya, Karnadi (63) mengatakan, sebelum kejadian dia bersama istrinya sempat mengambil pakaian di jemuran lantai dua rumah.

Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Didit Widodo
istimewa
AMBRUK - Kondisi rumah Karnadi yang diterjang puting beliung. Atap balkon rumahnya ini terlipat kemudian ambruk, seketika, Sabtu (2/5). Ia mengaku kejadian tersebut sudah dua kali, dan ini yang paling parah. 

Sehingga, pengambilan jemuran pakaian tak sempat diselesaikan karena khawatir akan terjadi hal-hal yang tak diinginkan. "Terlalu cepat kejadiannya, beruntung istri saya tak sampai ketimpa kayu," ujarnya yang mengaku kerugian materil yang dialami sekitar belasan juta rupiah.

Kejadian Kedua
Karnadi menceritakan, kejadian ini merupakan kedua kalinya.

"Dulu pernah juga, tapi udah lama sekali sekitar tahun 1985. Angin puting beliung juga pernah hantam rumah saya, cuma ndak separah ini," ujar Karnadi.

Pertengahan tahun lalu, angin puting beliung juga menghantam pesisir Pantai Perairan Barat, Singkawang Selatan, Sabtu 8 Juni 2019. Angin putar tersebut sempat terekam oleh kamera warga yang berada di sekitar kawasan itu.

Seorang anggota polisi, juga melihat fenomena alam ini. “Sebelumnya tidak ada cuaca yang cukup ekstrem terjadi, hanya angin ketika itu memang begitu kuat,” ujar Reza.

"Kejadiannya itu di pesisir laut. Alhamdulillah, efeknya belum sampai ke daratan. Info sementara tidak ada korban jiwa. Semoga saja tidak terjadi apa-apa, sama nelayan yang lagi di laut,” ungkap Reza.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved