Virus Corona Masuk Kalbar
BEM IKIP PGRI Bagikan 100 Paket Sembako Bagi Mahasiswa yang Masih di Perantauan
Pembagian sembako tentu dengan tetap mematuhi aturan pemerintah untuk memakai masker, dan social distancing.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Maudy Asri Gita Utami
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Mahasiswa (BEM REMA) Institusi Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP-PGRI) Pontianak membagikan 100 paket sembako untuk mahasiswa IKIP PGRI PONTIANAK asal daerah (perantau) yang masih berada di Pontianak.
Pembagian sembako tentu dengan tetap mematuhi aturan pemerintah untuk memakai masker, dan social distancing.
Donasi telah disalurkan di Sekretariat BEM IKIK PGRI Pontianak, Sabtu (2/5/2020).
• Asal Muasal Virus Corona Terungkap dari Sebuah Dokumen Rahasia yang Bocor, Beber Kebohongan China
"Ada total 423 Mahasiswa IKIP-PGRI Pontianak yang masih di perantauan, semuanya pasti kita berikan bantuan. Ditahap pertama ini kita bagikan 100 paket terlebih dahulu, sisanya kita salurkan, sambil menunggu bantuan dari kampus," ujar Afen Wilriyadi Wakil BEM IKIP-PGRI Pontianak.
Menurut dia, ada 423 mahasiswa IKIP yang masih di perantauan.
Paket sembako yang dibagikan sebanyak 100 paket ditahap pertama adalah hasil donasi yang dikumpulkan dari donatur, mulai dari dosen, mahasiswa dan masyarakat yang dengan ikhlas berdonasi.
Bagi mahasiswa yang belum dapat ditahap pertama akan diberikan pada tahap kedua menunggu bantuan dari pihak kampus.
Aksi yang diberi nama Solidaritas Sesama Mahasiswa IKIP ini merupakan sebuah aksi yang digalang untuk meringankan beban ekonomi mahasiswa IKIP di tengah pandemi covid-19 yang mana mahasiswa tidak bisa pulang ke kampung halamannya masing-masing.
"Aksi solidaritas sesama mahasiswa ini merupakan bentuk kepedulian sesama mahasiswa IKIP PGRI PONTIANAK" ungkap Afen.
Menurut penjelasan Herri salah satu mahasiswa yang menerima bantuan, Mahasiswa IKIP yang tidak balik kampung dan memilih bertahan di Pontianak karena berbagai alasan.
Salah satunya karena program kuliah online (daring) yang harus diikuti.
Apabila pulang kampung akan kesulitan untuk kuliah karena jaringan internet sangat susah di kampung.
"Kami memilih bertahan di Pontianak karena jika balik kampung kami susah untuk ikut kuliah online, karena susah sinyal," ujar Herri mahasiswa prodi Fisika .
Pihak BEM juga memastikan saat pembagian sembako tetap memperhatikan anjuran pemerintah dalam menangani Covid-19 dan memastikan untuk tetap menjaga jarak dan saat mengambil sembako wajib menggunakan masker. (*)
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/bem-ikip-pgri-membagikan-100-paket-sembako.jpg)