Kesehatan

BAHAYA Habis Sahur Tidur Lagi, Dokter Beberkan Efek Buruknya Bisa Separah Ini

Jadi bukan cuma asupan makanannya saja yang perlu kita perhatikan, tapi juga perilaku atau kebiasaan kita. Salah-salah, ibadah kita terganggu...

Editor: Mirna Tribun
Shutterstock
BAHAYA Habis Sahur Tidur Lagi, Dokter Beberkan Efek Buruknya Bisa Separah Ini 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID -  Apa, sih, yang Anda lakukan setelah selesai sahur?

Lanjut beraktivitas atau justru kembali menarik selimut, lalu melanjutkan tidur?

Memang tak bisa dipungkiri terkadang setelah menjalani sahur, kita masih didera rasa kantuk.

Penyebabnya, mungkin karena kita tidak terbiasa bangun di jam itu (sekitar pukul 3.00-3.30 dini hari).

Apalagi bila kita masih ikut pola lama, tidur larut malam.

Tidur lagi memang nikmat, tapi hati-hati.

Di tengah pandemi ini, kita mesti berdisiplin dalam menjaga pola makan dan pola hidup.

Jadi bukan cuma asupan makanannya saja yang perlu kita perhatikan, tapi juga perilaku atau kebiasaan kita.

TIPS Supaya Bibir Tak Kering dan Tak Pecah-pecah Saat Puasa Ramadhan

Salah-salah, ibadah kita terganggu dan kesehatan terancam.

Memang, apa sih buruknya tidur setelah sahur?

“Sahur adalah bicara tentang ‘ngisi bensin’ sebelum mesinnya jalan 12 jam lebih. Nah, kalau bensinnya salah, mesinnya rusak, bukan? ‘Bensin’ enggak akan salah jika mengikuti pakem isi piringku dari Kementerian Kesehatan itu. Asupan yang lengkap dari makanan pokok: sayuran, lauk pauk, dan buah-buahan dengan porsi sesuai dan seimbang,” ujar Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum., ahli gizi dilansir dari Nova.

Nah, karena baru “ngisi bensin”, akan lebih masuk akal dan lebih baik bila kita melakukan kegiatan seperti bersih-bersih rumah atau melakukan kegiatan rohani lain dibandingkan tidur, sayang energinya, bukan?

Dari sisi kesehatan, apa risikonya jika kita tidur sehabis sahur?

Paling tidak menurut dr. Tan ada tiga bahaya yang bisa muncul.

Pertama, yang sangat mungkin terjadi yakni kita bisa saja mengalami mual.

Hal ini karena tidur bisa memperlambat pencernaan.

Nah, lambung yang terlalu lambat proses pengosongannya akan memberi rasa enek pada tubuh.

Kedua, kondisi mual tadi bisa saja memungkinkan terjadinya reflux, yakni kondisi makanan yang seharusnya turun untuk dicerna di lambung oleh asam lambung, malah berbalik naik kembali ke kerongkongan.

Ya, makanan dan asam lambung yang naik ini bisa menyebabkan munculnya rasa terbakar di dada, dan mencetuskan penyakit Gastro-Esophageal Reflux Disease (GERD).

Bagi Anda yang sudah punya masalah asam lambung, tentu perilaku tidur setelah sahur bisa makin memperparah kondisi kita.

Nah, akibat yang ketiga bisa lebih parah lagi.

Asal tahu saja, makanan yang sudah tercerna menjadi gula darah, dan tidak terpakai sebagai energi akhirnya menciptakan penimbunan kalori berupa lemak.

Alhasil, ada kemungkinan peningkatan tekanan darah, gula darah, dan kadar kolesterol yang mengarah pada peningkatan risiko terkena stroke.

“Ada masalah sindroma metabolik. Gula darah naik, lemak darah dan pinggang ikut nambah, risiko sedentary lifestyle (gaya hidup yang tidak aktif atau tak banyak bergerak) di depan mata. Malu dong, bulan puasa kok malah berisiko diabetes, hipertensi, serangan jantung dan stroke?” ujar dr. Tan.

Tapi, kalau dijeda satu hingga dua jam setelah sahur baru tidur apakah lebih baik?

Nope (tidak). Mending mulai siap kerja, lebih pagi untuk WFH (bekerja di rumah). Agar bisa tidur siang sejenak nantinya. Itu lebih masuk akal. Toh, kreativitas juga dimulai saat fajar menyingsing,” pungkas dr. Tan.(*)

Artikel ini telah terbit sebelumnya di https://nova.grid.id/read/052120770/habis-sahur-tidur-lagi-waspada-ini-efek-buruknya-buat-kesehatan?

Sumber: Nova
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved