Gerakan Indonesia Peduli dan Bersatu Bagikan Nasi Bungkus Selama Bulan Puasa
Gerakan Indonesia Peduli dan Bersatu membagikan makanan berupa nasi bungkus untuk buka puasa sebanyak 225 bungkus selama 25 hari.
Penulis: Stefanus Akim | Editor: Stefanus Akim
Citizen Reporter
Laporan: Samuel | Staf Komisi Komsos Keuskupan Agung Pontianak
LANDAK - Gerakan Indonesia Peduli dan Bersatu membagikan makanan berupa nasi bungkus untuk buka puasa sebanyak 225 bungkus. Kegiatan ini akan berlangsung selama selama 25 hari dengan estimasi dana Rp 50 juta rupiah.
Pada Jumat 24 April 2020, di STKIP Pamane Talino Ngabang, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, telah diadakan untuk hari pertama pembagian makanan untuk buka puasa.
Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Gerakan Indonesia Peduli dan Bersatu bekerjasama dengan STKIP Pamane Talino. Pada momen yang sama pula dilangsungkan pembagian subsidi kuota untuk kuliah online atau daring untuk 163 mahasiswa STKIP Pamane Talino oleh Bupati Landak, Karolin Margret Natasa.
RP Dr Johanes Robini Marianto OP yang mewakili Gerakan Indonesia Peduli dan Bersatu, mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan atas anjuran dan permintaan Mgr Agustinus Agus sebagai Uskup Agung Pontianak.
“Mgr Agustinus mengharapkan bahwa dengan kondisi Covid-19 sekarang yang sedang melanda banyak masyarkat, tentunya tindakan kemanusiaan yang dilakukan ini harapannya bisa membantu banyak masyarakat, terlebih mereka yang tidak mampu,” kata RP Dr Johanes Robini Marianto OP atau yang akrab dipanggil Romo Robini.
Romo Robini menjelaskan bahwa gerakan ini adalah murni dari gerakan kemanusiaan yang tidak memandang suku, agama, dan ras. Kondisi sekarang adalah krisis kemanusiaan karena dampak Covid-19. Jadi dalam hal ini, sumbangan ini akan disalurkan pada mereka yang tidak mampu dan membutuhkan.
"Ini murni krisis kemanusiaan, jadi siapapun kena. Jadi kita akan berusaha membantu semampu yang kita bisa. Salah satunya gerakan membagikan nasi bungkus untuk 225 orang untuk buka puasa bagi yang membutuhkan," ujar RP Dr Johanes Robini Marianto OP.
Sementara itu Bupati Kabupaten Landak, Karolin Margret Natasa, menyampaikan bahwa sekarang ini merupakan kesempatan kita untuk bersama-sama, bergotong-royong untuk meringankan beban masyarkat. Terutama, masyarakat yang hari ini mengalami kondisi yang sulit akibat dampak dari virus Covid-19.
Karolin Margret Natasa berharap dengan adanya bantuan ini, mudah-mudahan tidak ada yang banyak keluar dari rumah untuk mencegah penularan Covid-19 di kalangan masyarakat.
"Saya yakin Bapak Uskup Mgr Agustinus Agus, Romo Robini, Yayasan Landak Bersatu, Gerakan Indonesia Peduli dan Bersatu, dan para donatur tidak mengharapkan apa-apa kepada mereka yang mendapatkan bantuan ini," katanya.
Karolin juga menitip salam kepada masyarkat melalui tim Indonesia Peduli dan Bersatu, dalam hal ini ditangani oleh PC GP Ansor Landak, semoga dapat menjalankan ibadah puasa selama bulan puasa ini.
"Mohon doanya, mohon kerjasamanya, karena umat manusia sedang mengalami cobaan di dunia akibat penyebaran Covid-19. Semoga ini cepat berlalu dan saya harapkan bagi yang mendistribusikan makanan ini, harus dicek selalu sisi kebersihan makanannya sebab ini adalah makanan jadi yang diberikan kepada masyarkat yang akan berbuka," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama pula RP Dr Johanes Robini Marianto OP juga menyampaikan banyak terima kasih kepada Kabupaten Landak, dalam hal ini khususnya Bupati Karolin, atas kerjasamanya. Sehingga, berbagai sumbangan yang diberikan bisa diterima dan tersalurkan dengan baik.
"Terima kasih banyak kepada Pemerintah Kabupaten Landak, untuk kerjasamanya, karena berkat izin dan kerjasama, maka kegiatan ini bisa dijalankan. Ini bukan masalah uang saja, tetapi ini adalah solidaritas kita sebagai manusia dan ini adalah milik bersama," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/indonesia-peduli-dan-bersatu5.jpg)