Virus Corona Masuk Kalbar

Ruas Jalan Perbatasan Sintang-Sekadau Diblokir Warga, Ini Alasanya

Ruas jalan provinsi itu diblokir warga menggunakan batang kayu yang ditumbangkan melintang ditengah jalan

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Ruas jalan perbatasan Sintang-Sekadau, tepatnya di Desa Tanah Putih, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, diblokir warga, Jumat (24/4). Pemblokiran ini imbas dari keresahan warga dengan kedatangan warga Sintang dari Magetan, Jawa Timur, ditengah pandemi corona. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Ruas jalan perbatasan Sintang-Sekadau, tepatnya di Tanah Putih, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang Kalimantan Barat diblokir warga.

Pemblokiran ini imbas dari keresahan warga dengan kedatangan warga Sintang dari Magetan, Jawa Timur, di tengah pandemi corona.

Ruas jalan provinsi itu diblokir warga menggunakan batang kayu yang ditumbangkan melintang ditengah jalan. Pohon itu ditebang menggunakan chainsaw.

"Warga blokir jalan sekitar pukul 10.00 WIB. Jalannya ditutup kayu," kata Sombin, Warga Desa Sepulut, dihubungi Tribun Pontianak, Jumat (24/4).

Menurut Sombin, alasan warga menutup jalan tersebut karena resah dengan kedatangan warga Sintang yang pulang dari Magetan, Jawa Timur.

Mereka khawatir, warga yang baru pulang dari Magetan tersebut pulang membawa virus.

Omset Menurun Akibat Covid-19, Pedagang di Sekadau Beralih Bercocok Tanam

LAGI !, TNI-Polri Kontak Tembak dengan KKB di Papua | Ulah Kelompok Lekagak Telenggen ?

"Alasan warga karena dari Magetan masuk, dibebaskan oleh bupati. Intinya mereka marah ke bupati mengizinkan mereka pulang. Padahal sudah dilarang mudik," ujar Sombin.

Hingga saat ini, ruas jalan tersebut masih diblokir oleh warga. Akibatnya, antrian kendaraan mengular hingga 4 kilometer.

"Nunggu bupati datang baru dibuka. Kalau belum datang, ndak dibuka," katanya

Dari sejumlah video yang beredar di media sosial, puluhan warga tampak berkerumun di lokasi pemblokiran jalan.

Beberapa warga juga berorasi menyampaikan keluh kesahnya kepada pemerintah.

"Jangan dianggap remeh penyakit ini.

Di negara lain banyak mayat bergelimpangan karena menyepelekan. Kami menghargai program pemerintah, silahkan datang tapi tolong lakukan sesuai yang diperintahkan pemerintah.

Jangan datang diam diam lalu pergi ke rumahnya masing-masing. Sayangi desamu, kabupaten mu," kata Andreas dalam orasinya.

Kapolsek Sepauk, Iptu Suwaris pun tampak sudah berada di lokasi pemblokiran.

"Apa yang disampaikan warga akan kita sampaikan ke pemerintah. Agar pos yang di kota, digeser ke luar kota. Mari kita ikuti imbauan pemerintah," kata Suwaris.

Tutup Penerbangan 

Pemrintah Provinsi Kalbar resmi menutup penerbangan selain rute Bandara Supadio - Jakarta.

Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Barat, Manto menjelaskan penutupan rute penerbangan  lantaran Pemerintah Provinsi Kalbar, mengiidentifikasi ada loncakan yang sangat drastis terhadap masyarakat yang terpapar virus corona.

Penutupan rute penerbangan berdasarkan surat yang dikeluarkan Gubernur Kalbar, Sutarmidji per tanggal 23 April 2020.

Manto, menjelaskan,  infeksi virus corona di Kalbar seakan seperti fenomena gunung es.

Menurut analisis yang dilakukan Pemprov Kalbar, Manto menegaskan penyebaran virus corona yang begitu cepat dan meningkat, lantaran tidak disiplinnya para penumpang yang datang dari luar.

Mereka tidak taat dalam melakukan karantina mandiri, serta masyarakat Kalbar juga tidak mau sepenuhnya mengikuti imbauan pemerintah.

Kewenangan dari Dinas Perhubungan tentu terhadap mereka yang datang di Kalbar dan tidak disiplin untuk karantina mandiri.

Selain itu, pihaknya mengidentifikasi beberapa penerbangan yang masuk di Pontianak ternyata penerbangan diluar jalur Jakarta cukup besar menyebarkan infeksi virus corona.

Fattah: Tiga Warga Sambas Reaktif Covid-19

"Penerbangan yang diluar dari Jakarta ini teridentifkasi cukup besar menyumbang penyebaran Covid-19 di Kalbar. Maka, akhirnya dengan pertimbamgam itu, titik penerbangan diluar Jakarta  seluruhnya dihentikan," ucap Manto saat diwawancarai, Jumat (24/4/2020).

Sebetulnya dari Jakarta juga mau ditutup numun apabila ditutup semua, maka masalahanya sulit mengeluarkan masyrakat dari Kalbar.

Selain menutup penerbangan di titik luar Jakarta, Manto menegaskan Pemprov Kalbar juga menyetop atau menghentikan operasional kapal laut.

"Khususnya kapal yang datang dari luar.

Sedangkan keberangkan dari Kalbar tetap dilakukan karena untuk memulangkan TKI yang dideportasi dari Malaysia," tambah Manto.

Ia menjelaskan hampir setiap hari ratusan TKI dipulanglan dari Malaysia, sehingga harus dipulangkan ketempat asal mereka.

Manto menegaskan penutupan penerbangan khusus penerbangan dimulai Senin 27 April lantaran sudah banyak warga yang membeli tiket sehingga diberi kelonggaran terlebih dahulu.

Ia menegaskan, penutupan ini tidak ditentukan sampai kapan batas waktunya

Upaya Pencegahan Covid-19, Mujahidin Alihkan Metode Pelayanan ZIS

Apabila kondisi cepat membaik, maka bisa dibuka, tapi kalau kondisi masih seperti saat ini maka penutupan tetap dilanjutkan.

"Seluruh penerbangan dari Jakarta kita minta stop," tegasnya.

Sedangkan  untuk di Jakarta satu hari hanya satu penerbangan untuk satu maskapai.

Penerbangan ditutup untuk penumpang dan kargo tetap dibolehkan untuk mengangkut barang dan logistik kebutuhan lainnya.

Begitu juga untuk kapal laut, kapal penumpang disetop semuanya. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved