Corona Masuk Indonesia
NGERI !, Coronavirus Terus Bermutasi | Apa Jenis Virus Corona Covid-19 yang Merebak di Indonesia?
mutasi tertentu dari virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit Covid-19 dapat menciptakan jenis yang lebih mematikan dari jenis lainnya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sejumlah temuan baru terkait virus Corona penyebab pandemi Covid-19 terus memunculkan sejumlah fakta-fakta menarik (bila tak mau menyebutnya mengerikan).
Satu di antaranya yakni soal kemampuan virus Corona jenis baru, Coronavirus SARS-CoV-2 itu untuk bermutasi.
Dikutip dari Kompas.com, sejumlah peneliti mendapati bahwa virus Corona punya kemampuan mutasi yang relatif cepat.
Dalam sebulan, minimal sekali bermutasi.
• Daftar Bandara Indonesia yang Stop Penerbangan Penumpang Sementara saat Virus Corona Covid-19
Beberapa waktu lalu, para ilmuwan China dari Zhejiang University juga menemukan mutasi virus corona pada sekelompok kecil pasien yang sebelumnya tidak dilaporkan.
Mutasi ini termasuk perubahan yang sangat langka dan tidak pernah diprediksi oleh para ilmuwan sekalipun.
Para peneliti juga membuktikan bahwa mutasi tertentu dari virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit Covid-19 dapat menciptakan jenis yang lebih mematikan dari jenis lainnya.
Mutasi paling mematikan dari sampel yang diambil dari 11 pasien Covid-19 juga ditemukan pada sebagian besar pasien di Eropa.
• UPDATE CORONA KALBAR - Kasus Positif Melonjak Jadi 50 Orang, 36 PDP Covid-19 Meninggal Dunia
Sementara itu, jenis lebih ringan ditemukan di AS salah satunya Negara Bagian Washington.
Sumber itu juga menyebutkan bahwa virus corona berubah dengan kecepatan rata-rata satu mutasi per bulan.
Pada Senin (20/4/2020) lalu, lebih dari 10.000 strain telah diurutkan oleh para ilmuwan di seluruh dunia.
Menurut China National Centre for Bioinformation, strain tersebut mengandung 4.300 mutasi.
Jenis virus SARS-CoV-2 di Indonnesia
Melihat fakta bahwa SARS-CoV-2 bisa bermutasi secara agresif, bukan tidak mungkin penduduk Indonesia terkena tipe virus yang ganas.
dr Herawati Sudoyo, MS, PhD selaku Wakil Kepala LBM Eijkman bidang Riset Fundamental mengatakan bahwa mutasi memang terjadi pada virus SARS-CoV-2.