Wabah Virus Corona

Trump Tarik Dana AS untuk WHO di Tengah Pandemi Covid-19, Bagaimana Nasib Badan Kesehatan Dunia?

"Atau WHO melihat bahwa ada negara-negara lain mengisi kekosongan yang ditinggalkan Amerika Serikat," lanjutnya.

AFP/SAUL LOEB
Ilustrasi - Presiden AS Donald Trump menunjukkan dokumen yang memuat tanda tangannya dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un usai perundingan di Singapura, Selasa (12/6/2018) lalu. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump membuktikan ancamannya untuk menarik bantuan pendanaan AS untuk Badan Kesehatan Dunia atau WHO.  

Trump telah memerintahkan untuk membantu menyuplai pendanaan bagi WHO.

Sebelumnya, WHO telah memberikan respons terhadap ancaman Trump tersebut.

Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus sebelumnya mengatakan bahwa mempolitisasi virus corona hanya akan menghasilkan lebih banyak korban.

Dikutip Kontan.co.id dilansir dari Fox News, para ahli mempertimbangkan kemungkinan AS bila menarik dana mayoritasnya.

Begitupun dampak yang akan terjadi jika itu terjadi terhadap WHO.

Lawan Titah Trump Soal Covid-19, Gubernur New York: Saya Tidak akan Melakukannya

"Dalam jangka pendek, tidak banyak yang akan berubah karena manajemen WHO melihat ada potensi perubahan kepemimpinan di Amerika seiring dengan pemilu," kata seorang ahli kesehatan masyarakat dan pasar negara berkembang, Dr Roger Bate.

"Atau WHO melihat bahwa ada negara-negara lain mengisi kekosongan yang ditinggalkan Amerika Serikat," lanjutnya.

Dia bilang anggaran yang dimiliki WHO bisa bertahan untuk beberapa bulan, jadi mereka tidak akan merasakan masalah untuk sementara waktu.

Di sisi lain, banyak ahli yang juga berpendapat bahwa sekarang bukan waktu yang tepat bagi Amerika Serikat untuk menarik jutaan dolar yang biasanya diberikan ke WHO.

AS telah menjadi penyandang dana terbesar WHO sejak didirikan pada tahun 1948.

Dan, saat ini memberikan hampir 10 kali lipat dari China, baik dalam kontribusi yang dinilai maupun sukarela dan yang totalnya lebih dari US$ 500 juta per tahun dibandingkan dengan US$ 48 juta yang diberikan Beijing.

Peneliti senior dalam urusan regulasi internasional di Heritage Foundation, Brett Schaefer juga menggarisbawahi bahwa kontribusi AS mencapai 15,9% dari dana WHO.

Makanya, penarikan dana pun tak serta-merta akan membuat WHO langsung kelabakan.

"Pendanaan ini tidak akan terpengaruh karena keputusan untuk menarik pendanaan hanya akan berlaku di masa depan," kata Schaefer.

"Meskipun AS memberikan bantuan yang signifikan melalui saluran lain, pemotongan dana kepada WHO dapat berdampak negatif terhadap respons COVID-19 di negara-negara berkembang," lanjutnya.

REKAMAN Rahasia Amerika Bocor, Situasi Rumah Sakit Mencekam, Mayat-mayat Ditumpuk Seperti Ini

Buktikan Ancaman

Presiden Donald Trump memang membuktikan ancamannya untuk menghentikan pendanaan AS untuk organisasi kesehatan dunia atau WHO.

Trump telah mengumumkan keputusannya itu di tengah pandemi wabah corona atau covid-19 yang menimpa Amerika dan dunia.

Pengumuman penghentian pendanaan AS ke WHO tersebut dilakukan, pada Selasa (14/4/2020) waktu setempat.

Trump beralasan, WHO telah menutupi keseriusan wabah virus corona (Covid-19) di China sebelum menyebar ke seluruh dunia.

Dalam konferensi pers, Trump mengungkapkan bahwa dirnya telah memerintahkan pemerintahannya untuk menghentikan pendanaan tersebut. 

"Peninjauan dilakukan untuk menilai peran siapa yang sangat keliru dan menutupi penyebaran virus corona," kesal Trump dikutip Tribunnews.com.

AS adalah pendonor terbesar untuk WHO yang berbasis di Jenewa.

AS menyumbang lebih dari 400 juta dolar AS pada 2019, sekitar 15 persen dari anggarannya.

Menurut Trump, WHO tidak transparan terkait wabah.

"AS sekarang membahas apa yang akan kita lakukan dengan semua dana yang masuk ke WHO. "

"Dengan pecahnya pandemi Covid-19, kita memiliki keprihatinan mendalam apakah kemurahan hati Amerika telah dimanfaatkan sebaik mungkin."

Di Tengah PSBB, OJK Pastikan Lembaga Keuangan Tetap Beroperasi

Serangan Trump terhadap WHO karena melihat organisasi PBB itu bias terhadap China dan berkolusi untuk mencegah persaingan ekonomi utama As dari keharusan untuk bersikap terbuka tentang bencana kesehatan yang berlangsung.

"Apakah WHO melakukan tugasnya untuk objektif menilai situasi di lapangan dan untuk mengungkap kurangnya transparansi China, mungkin wabah ini bisa saja dikendalikan pada sumbernya dengan kematian yang sangat sedikit, " katanya.

"Ini akan menyelamatkan ribuan nyawa dan menghindari kerusakan ekonomi di seluruh dunia. Sebaliknya, WHO rela mengambil langkah bias China... dan membela tindakan pemerintah CHina," tegasnya. (**)

Artikel ini telah tayang Kontan.co.id Trump ancam stop beri dana, bagaimana nasib WHO? dan Tribunnews.com dengan judul Donald Trump Hentikan Pendanaan Amerika untuk WHO

Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved