Corona Masuk Indonesia

PREDIKSI Mengerikan Covid-19 Indonesia | Positif Corona Capai 50 Ribu Kasus, Rumah Sakit Bisa Lumpuh

Untuk dapat merawat pasien ICU sebanyak itu, diperlukan set alat perlindungan diri (APD) untuk petugas kesehatan antara 1 juta hingga 1,6 juta set APD

Shutterstock
PREDIKSI Mengerikan Covid-19 Indonesia | Positif Corona Capai 50 Ribu Kasus, Rumah Sakit Bisa Lumpuh / Ilustrasi virus corona covid-19 di Indonesia 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Penyebaran virus Corona di Indonesia membawa ancaman mengerikan di masa mendatang. 

Tak tanggung-tanggung, jumlah infeksi virus coronavirus jenis baru SARS-CoV-2 itu diprediksi bisa mencapai 50 ribu positif Corona pada Mei 2020 nanti. 

Prediksi itu dipaparkan dalam sebuah artikel oleh Ketua Departemen Manajemen Rumah Sakit, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin, Irwandy, yang tayang di Kompas.com berkat kerjasama dengan The Conversation Indonesia. 

Dalam artikel berjudul asli "Pertengahan Mei, Indonesia terancam krisis tempat tidur ICU, ventilator, dan APD karena kasus COVID-19 bisa melewati 50.000" itu, bahkan diprediksi situasi tersebut bisa mengancam melumpuhkan operasional fasilitas kesehatan publik, rumah sakit di Tanah Air. 

UPDATE CORONA KALBAR 14 April Jumlah PDP Meninggal 21 Orang, Lima Pasien Konfirmasi Covid-19 Sembuh

Bukannya tanpa alasan, saat ini sedikitnya ada enam provinsi yang menjadi “titik terpanas” penyebaran pandemi Covidd-19 di Indonesia. 

Rumah sakit di enak provinsi itu berpoteni kemungkinan besar akan lumpuh pada pertengahan Mei karena dibanjiri pasien yang terinfeksi coronavirus.

Kondisi yang sama seperti yang terjadi di Italia beberapa bulan lalu, jika tidak ada tindakan antisipatif yang memadai.

Berdasarkan perkembangan data hingga 13 April dan beberapa asumsi ilmiah merujuk pada data riset berbagai negara, Irwandy menghitung pada 13 Mei nanti, total kasus terkonfirmasi positif di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan akan mencapai 54.278 kasus.

Dari jumlah itu, dikurangi 17% karena sembuh (8,3 persen) dan meninggal (8,7 persen) menjadi 45.051 kasus, dengan 61% (27.481) di antaranya perlu perawatan di rumah sakit.

Persentase itu diambil dari analisis data per 26 Maret pasien dalam perawatan di RS di Jakarta.

Halaman
1234
Editor: Ishak
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved