Virus Corona Masuk Kalbar
UPT Laboratorium Kesehatan Daerah Kalbar Lakukan Rapid Test Covid-19 Sesuai Jadwal
Ia menerangkan 180 orang yang telah terdaftar tersebut adalah warga Kota Pontianak dan Kubu Raya.
Penulis: Faisal Ilham Muzaqi | Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Hingga minggu (12/4/2020), sudah sebanyak 180 orang yang mendaftar uji rapid test covid-19 di Posko tanggap Covid-19 Jalan D.A. Hadi, Pontianak.
Rata-rata mereka berumur diatas 60 tahun dan memiliki penyakit kronis.
Teguh, selaku petugas Posko Tanggap Covid-19 menerangkan dari 180 orang tersebut telah diberikan jadwal untuk mendatangi UPT Laboratoriun Kesehatan Daerah Provinsi Kalbar.
"Jadi mereka tidak langsung datang semuanya, kami sudah tentukan jadwal mereka masing-masing, jadi nanti setiap harinya hanya 30 orang yang datang," jelas Teguh kepada wartawan Tribun saat ditemui di Posko Tanggap Covid-19 Jl D.A. Hadi, Pontianak. Minggu (12/04/2020).
"Jadwal mereka sudah termasuk hari dan jam berapa dia harus datang, jadi ndak langsung datang semuanya, kita mencegah perkumpulan masa kan.
Untuk waktu yang disediakan juga lumayan lama. Dari jam 1.30 siang sampai jam 4 sore," lanjut Teguh.
Ia menerangkan 180 orang yang telah terdaftar tersebut adalah warga Kota Pontianak dan Kubu Raya.
• ILMUWAN Beberkan Cara Virus Corona Bunuh Korbannya, Paru-paru Jadi Biru Hingga Tak Berfungsi
"180 orang ini warga Pontianak dan Kubu Raya.
Untuk Kabupaten lain itu tergantung Dinas Kesehatan masing-masing Kabupaten, kami telah menyalurkan Rapid Test di setiap Kabupaten," ungkap Teguh.
Selain itu, Ia menegaskan untuk masyarakat mendfatarkan dirinya terlebih dahulu melalui whatsapp (WA) yang telah disediakan agar mendapatkan jadwal.
"Jangan sampai mereka mendaftar langsung kesana, ndak bisa seperti begitu ya, harus mendaftar melalui whatsApp (WA) yang kami sediakan, nanti kami tentukan jadwal kapan dia bisa melakukan tes," ungkap Teguh.
Ia juga mengungkapkan Rapid Test Covid-19 ini tidak dipungut biaya sedikitpun, meskipun untuk saat ini hanya usia 60 tahun dan memiliki penyakit kronis yang akan terdaftar.
"Rapid Test Ini gratis, ini kan program pemerintah, ada juga berberapa Rumah Sakit swasta yang memberikan pelayanan Rapid Test, tapi setau saya berbayar.
Kalau yang dari pemerintah itu gratis, hanya saja memang kita memprioritaskan masyarakat yang berumur 60 tahun ke atas dan memiliki penyakit kronis," ungkap Teguh.
Ia juga mengungkapkan ada berberapa masyarakat yang mendaftarkan dirinya padahal belum berumur 60 tahun.
Ia menjelaskan saat ini tidak dapat memenuhi permintaan masyarakat tersebut. (*)
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/suasana-posko-tanggap-covid-19-di-jl-da-hadi-pontianak1.jpg)