Wabah Virus Corona

Waspada Penularan Virus Corona Pasien Tanpa Gejala kepada Orang Lain, Kapan Bisa Terjadi?

Sebab, jika Anda terpapar seseorang yang positif virus corona dan ikut terinfeksi, maka Anda dapat menyebarkan virus jauh sebelum Anda menyadarinya.

Twitter
Ilustrasi - Waspada Penularan Virus Corona Pasien Tanpa Gejala kepada Orang Lain, Kapan Bisa Terjadi? 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID -  Hingga saat ini, sebaran virus corona telah menyebar ke lebih dari 200 negara di dunia, termasuk Indonesia.

Bahkan per 6 April 2020, angka infeksi total virus corona pun mencapai 1,2 juta dengan angka kematian sebesar 69.498 dan pasien sembuh mencapai 262.985.

Dari 200 negara itu, 10 negara telah melaporkan angka infeksi lebih dari 20.000, bahkan beberapa di antaranya melebih 100.000.

Penelitian dan kajian terhadap virus corona jenis baru penyebab Covid-19 masih terus dilakukan.

Perkembangan terakhir yang menjadi perhatian para ahli dan negara-negara di dunia adalah banyaknya kasus penularan dan infeksi virus corona tanpa gejala

Dilansir dari Huffpost, dokter penyakit menular Penn Medicine dan Direktur Medis Penn Global Medicine di Pennsylvania, Stephen Gluckman, mengungkapkan, ada yang dinyatakan positif terifeksi virus corona, tetapi mereka tak merasakan gejala apa pun.

Gejala terinfeksi virus corona di antaranya demam, batuk/pilek, dan sesak napas.

Ada yang merasakan kehilangan indera perasa dan penciuman.

"Orang harus waspada untuk menghindari kontak dekat dengan orang lain dan tidak berasumsi bahwa hanya karena tidak merasakan sakit, bukan berarti Anda tidak membawa virus.Kita harus sangat agresif dengan tindakan isolasi mandiri," kata Gluckman.

Ditemukannya penderita tanpa gejala atau sering disebut  asimptomatik, membuat keberadaannya tak terdeteksi sementara mereka merupakan pembawa (carrier) virus corona.

Halaman
1234
Editor: Dhita Mutiasari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved