Wabah Virus Corona

Strategi Jitu Korea Selatan Sukses Tangani Wabah Virus Corona, Bedanya Dengan Indonesia ?

Pasalnya, negara ini berhasil melandaikan kurva kasus baru virus corona, meskipun sempat mengalami wabah besar di Daegu.

Editor: Dhita Mutiasari

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Wabah virus corona masih meluas di sejumlah negara di dunia. 

Data terbaru per Selasa (7/4/2020) menunjukkan, jumlah infeksi virus corona sebanyak 1,34 juta kasus. Dari jumlah tersebut, 74.565 orang meninggal dunia, dan 276.515 pasien dinyatakan sembuh.

Hingga kini, jumlah kasus terbanyak tercatat di Amerika Serikat, yaitu sebanyak lebih dari 300.000 kasus, disusul Spanyol, Italia, dan Jerman.

Dari angka kematian, Italia mencatatkan jumlah terbanyak, disusul Spanyol, AS, dan Perancis.

Sementara itu negara Korea Selatan yang pernah menjadi deretan negara teratas dengan jumlah kasus di awal masa Pandemi kini malah sebaliknya.

Pasalnya, negara ini berhasil melandaikan kurva kasus baru virus corona, meskipun sempat mengalami wabah besar di Daegu.

Kondisi Terkini Perdana Menteri Inggris Boris Johnson Setelah Positif Covid-19, Harus Dirawat di ICU

Bahkan, untuk kali pertama sejak puncak wabah Covid-19 pada akhir Februari, Korea Selatan hanya melaporkan 47 kasus baru.

Negara ini juga mencatatkan tidak adanya kematian akibat virus corona pada masyarakat berusia di bawah 29 tahun.

Dalam webinar yang diadakan oleh School of Government & Public Policy Indonesia, Senin (6/4/2020); Duta Besar Korea untuk Indonesia, Kim Chang-Beom, memaparkan rahasia Korea Selatan dalam menangani wabah virus corona tanpa melakukan lockdown maupun pembatasan transportasi, bahkan di kota Daegu sekalipun.

Dia berkata bahwa poin utama cara kerja pemerintah Korea Selatan dalam melawan Covid-19 bisa disingkat menjadi TRUST, yakni transparency (transparansi), robust screening and quarantine (skrining dan karantina yang kuat), universally applicable testing (tes yang universal), strict control (kontrol yang ketat) dan treatment (perawatan).

Dalam penanganan Covid-19, pemerintah Korea Selatan juga membentuk gugus tugas seperti Indonesia. Gugus tugas ini dipimpin langsung oleh Perdana Menteri dan melibatkan seluruh pemerintah daerah dan pemerintah provinsi.

Lewat kerja sama yang terpusat ini, pemerintah Korea Selatan bisa dengan sigap mengalokasikan sumber daya sesuai kebutuhan.

Apabila ada satu provinsi yang kekurangan tempat tidur atau petugas medis, koordinasi bisa dilakukan untuk menyediakan tempat tidur di rumah sakit provinsi sekitar dan mengirim petugas medis dari provinsi lain.

"Ini semacam gotong royong," kata Kim.

Pesawat Mata-mata China Disergap Jet Tempur Korea Selatan, Sebelumnya Terobos Wilayah Udara Taiwan

Strategi yang Diterapkan

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved