KABAR BURUK, Kini China Kembali Diserang Wabah Baru, Virus Super Infeksi Baru

Namun, hanya beberapa waktu setelah kabar baik itu diterima China, kabar buruknya negara itu kembali mendapatkan ancaman wabah.

Editor: Mirna Tribun
https://www.globalr2p.org/
Ilustrasi - KABAR BURUK, China Kembali Diserang Wabah Baru, Virus Super Infeksi Baru . 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Beberapa waktu lalu China mengumumkan bahwa negaranya sedikit lega setelah wabah virus corona mulai mereda.

Beberapa kota di Hubei termasuk Wuhan, berangsur sudah mulai kembali normal dan dibuka dari lockdown.

Namun, hanya beberapa waktu setelah kabar baik itu diterima China, kabar buruknya negara itu kembali mendapatkan ancaman wabah.

Melansir Daily Star pada Minggu (5/4/20) Pemerintah China mengumumkan kehawatiran bahwa ada wabah baru yang muncul.

Mereka khawatir, pandemi global kedua akan muncul kembali setelah virus corona.

Dalam klaimnya China kembali menemukan virus super-infeksi baru, yang berada di luar kendalinya, sama seperti kemunculan virus corona.

Sebuah peternakan babi di Yunyang, Choquin diliputi virus mematikan yang berasal dari Babi, memicu kepanikan massal daerah itu.

Virus Corona Bikin China Babak Belur, 460 Ribu Perusahaan Bangkrut, Pabrik-pabrik Banyak Tutup

Penyidik menemukan setidaknya ada 298 babi yang terkontaminasi dengan virus ini, semuanya diangkut secara ilegal dari tempat lain.

Virus tersebut diyakini sebagai jenis mematikan dari flu babi yang berasal dari Afrika.

Penemuan ini memicu kepanikan, di peternakan asli tempat babi-babi itu dikembangbiakkan.

Jika dibiarkan, virus itu bisa berpotensi menyebar ke jutaan babi lainnya di China.

Namun pejabat mencoba menjamin bahwa wabah ini masih bisa ditangani dengan cepat.

Tidak ada vaksin untuk mencegah penularan virus ini yang bisa menyebar dari babi ke babi lain hingga ke manusia.

Manusia yang terinfeksi dengan virus ini, akan mengalami reaksi terengah-engah dengan bercak merah mengerikan pada kulit mereka.

Gejalanya termasuk demam tinggi, batuk dan sesak napas hampir mirip seperti virus corona.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved