Virus Corona Masuk Kalbar
Gubernur Sutarmidji Minta Masyarakat Kalbar Tunda Mudik Lebaran Tahun Ini
Ia pun mengajak kepada seluruh masyarakat Kalbar untuk tetap menahan diri dan berada ditempat tinggal masing-masing.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengimbau kepada seluruh masyarakat baik yang berada di Kalimantan Barat maupun yang sedang berada diluar Kalbar untuk tidak melakukan mudik lebaran tahun ini.
"Kalau mau maaf-maafan bisa saja melalui video call. Kita belum tahu kapan puncak virus Covid-19 ini di Kalbar dan kita juga berharap semoga virus ini cepat berlalu," ujar Sutarmidji di Ruang Kerjanya, Selasa (7/4/2020).
Ia pun mengajak kepada seluruh masyarakat Kalbar untuk tetap menahan diri dan berada ditempat tinggal masing-masing.
• PDP Usia 59 Tahun yang Meninggal di RSUD Singkawang Sempat Mengeluh Sakit Perut Disertai Sesak Nafas
"Sekali lagi jangan mudik dan periksakan kesehatan anda jika ada hal-hal yang tak nyaman supaya bisa kita tangani," pungkasnya.
Update Diskes Kalbar
Dinas Kesehatan ( Diskes ) Kalimantan Barat ( Kalbar ) kembali memperbarui data-data terkait wabah virus corona atau covid-19 di 14 kabupaten dan kota.
Data ini belum termasuk satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Kabupaten Bengkayang yang meninggal dunia, di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Aziz Singkawang.
"Statusnya pasien dikirim dengan PDP dari Puskesmas di Kabupaten Bengkayang," kata Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Aziz Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat, dr Ruchanihadi Sp.PD, Selasa (7/4/2020).
Pasien tersebut berjenis kelamin laki-laki berusia 59 tahun yang dirujuk dari satu Puskesmas di Kabupaten Bengkayang ke RSUD dr Abdul Aziz Singkawang.
Pasien datang ke RSUD dr Abdul Aziz sekitar pukul 11.34 WIB, dengan curiga PDP.
• Gubernur Sutarmidji Instruksikan Kepala Daerah se-Kalbar Libatkan Perangkat Desa Cegah Covid-19
Pasien sudah sempat masuk ke ruang isolasi kurang lebih satu jam dan meninggal pukul 12.25.
Pasien juga sudah dilakukan pemeriksaan rapid test dengan hasil non reaktif.
Kemudian sudah dilakukan pengambilan swab tenggorokan, namun besok baru dikirim ke Jakarta, sehingga pasien ini sampai sekarang masih belum diketahui positif apa negatif.
"Jadi belum bisa menentukan apakah dia negatif Covid-19 atau positif Covid-19," tutur Ruchanihadi.
Pihak rumah sakit juga belum bisa memastikan kecurigaan penyakit lain, namun dari informasi keluarga, pasien sering sakit perut hingga sakit pinggang.