Tempat Latihan Tutup Membuat Atlet Kebingungan Hadapi PON, Ini Penjelasan KONI Kalbar

Kita harus mengikutinya, karena virus ini tidak kelihatan dan tidak memandang status sosial seseorang

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ZULKIFLI
Foto wakil ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Barat, Suhadi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Akibat Covid-19 semua kegiatan yang menimbulkan keramaian terpaksa harus ditiadakan terkhusus kegiatan olahraga di Kalimantan Barat.

Akibat penutupan semua fasilitas kolam renang di Kota Pontianak menjadikan kekhawatiran bagi atlet untuk mempersiapkan diri mengikuti kompetisi pada PON mendatang.

Alasannya karena tidak bisa melaksanakan latihan secara langsung di kolam renang.

Dalam artian latihan secara mandiri di rumah masing-masing.

Padahal olahraga renang dari Kalbar memang cukup terbukti dengan adanya satu di antara 25 atlet yang lolos mengikuti kompetisi pada PON di Papua pada tahun 2020.

Latihan Renang Kurang Efektif, Juanda: Fasilitas Umum Mungkin Bisa Digunakan Khusus Atlet

Terkait dengan penutupan kolam renang tersebut, wakil ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Barat (Kalbar), Suhadi mengatakan bahwa kita harus mengikuti petunjuk dan arahan Pemerintah.

Karena menurutnya, saat ini masyarakat Indonesia bahkan dunia sedang menghadapi Wabah Virus yang sangat berbahaya dan bahkan bisa mematikan.

"Kita harus mengikutinya, karena virus ini tidak kelihatan dan tidak memandang status sosial seseorang, apakah ia pejabat, atlet, pengusaha, aparat pemerintah, semuanya bisa terserang oleh Virus ini," ujar Suhadi, Sabtu (4/4/2020).

Oleh karena itu, Suhadi menghimbau kepada para atlet dan pelatih juga harus bisa menjaga diri agar tidak tertular Virus Corona melalui tempat latihan.

Lebih lanjut, Suhadi pun mengatakan atas kebijakan pemerintah melakukan penutupan kolam renang yang dipakai untuk umum tentunya kebijakan terbaik demi mencegah covid-19.

Namun demikian, menurutnya demi memaksimalkan untuk kompetisi pada PON mendatang. Tentunya pemerintah bisa saja memberikan peluang khusus atlet untuk melakukan pada fasilitas yang ada.

"Kecuali kalo kolam Renang tersebut peruntukannya hanya khusus untuk atlet renang boleh saja,".

"Tapi kami dari KONI Kalimantan Barat tentunya tidak mau memaksakan diri agar atlet renang tetap latihan seperti sebelum ada Covid-19. Kecuali ada kebijakan dari Pemerintah yang memberikan dispensasi kepada Atlet Renang untuk tetap berlatih," ungkap Suhadi.

Dengan demikian, kata Suhadi, apabila yang menjadi penghambat persiapan para atlet ialah dari fasilitas ataupun tempat latihan yang ditutup.

Sehingga para atlet tidak bisa melakukan latihan secara langsung seperti olahraga renang.

Maka Ia pun berharap agar ada koodinasi antara pengurus kota maupun daerah untuk mempertimbangkan hal itu.

"Kalau seperti itu alasannya ya tinggal Ketua Pengkot atau Pengprov Renang untuk mengkoordinasikan dengan Disporapar Kota Pontianak," tambahnya.

"Namun kita sebagai Insan olahraga sebaiknya memberikan contoh bagi masyarakat untuk mengikuti Kebijakan Pemerintah dengan melakukan fisik di rumah saja," tandasnya.

Karena, diakuinya Ia pun melakukan olahraga secara mandiri dan bahkan tidak pernah turun kelapangan akibat Covid-19.

"Saya sendiri sudah hampir satu bulan tidak pernah turun olahraga. Tetapi tetap olah raga dirumah, yang penting fisik tetap terjaga, asupan makanan juga harus diperhatikan disiplin dalam berlatih fisik dirumah harus terus dilakukan, agar ketika Virus Corona berakhir dan even olah raga baik nasional, regional maupun Internasional dilaksanakan, kita para Atlet siap bertanding dan Siap meraih Prestasi," pungkasnya mengakiri. 

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved