Human Interest Story
Duta Favorit Pertanian Kalbar Ini Donasikan Hasil Budidaya Tanaman Tabulampot
Alasan ia memilih tanaman dengan metode tabulampot karena ingin mengubah persepsi masyarakat yang sukar terhadap tanam tanaman.
Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Sebagai duta favorit Pertanian Kalbar di tahun 2019, Constanius Putra Bepa ikut membudidayakan tanaman Tabulampot yang kini populer di tengah masyarakat.
Tabulampot merupakan suatu istilah dari tanaman buah dalam pot.
Metode ini merupakan metode budidaya tanaman lahan sempit yang lebih mengoptimalkan penggunaan pot dan tanaman buah-buahan dalam pelaksanaannya.
Alasan ia memilih tanaman dengan metode tabulampot karena ingin mengubah persepsi masyarakat yang sukar terhadap tanam tanaman.
Metode inipun menjadi pilihan yang tepat agar masyarakat perkotaan bisa memiliki tanaman yang hemat tempat.
"Di daerah perkotaan tabulampot menjadi pilihan yang pas, mengapa? Karena, dapat di simpan di halaman atau lahan yang sempit.
Jadi, sangat dianjurkan untuk masyarakat diperkotaan jika ingin menanam tanaman buah baiknya menggunakan metode tabulampot," ujarnya Kamis (2/4/20).
• Permudah Siswa, Kemendikbud Luncurkan Sistem Duta Rumah Belajar
Selain itu, tanaman jenis ini juga lebih mudah dalam perawatannya terutama dalam penganggulangan hama dan penyakit, sehingga akan menghasilkan tanaman yang sehat, dan bisa dipindahkan. Juga dapat dinikmati keindahannya. Jika berbuah dapat dijadikan sumber gizi dan vitamin bagi keluarga.
Tidak hanya itu saja, Constanius juga menyumbangkan hasil tanaman yang terjual sebagai bentuk donasi.
Hasil dari tabulampot juga digunakan untuk mendukung usaha Petani yang ada di Kalimantan Barat.
"Saya berharap ketika saya mempromosikan tanaman yang saya ambil dari petani tersebut dapat membantu para petani dalam sistem penjualan tanaman mereka.
Kemudian, menjadi bantuan sosial ( dana sosial ), Saya berharap kita tidak hanya menanam tanaman tetapi juga menanam pahala sebagai tabungan kita di Surga nantinya, Aamiin," ungkapnya.
Beberapa persen dari penghasilan juga untuk mendukung usaha tabulampot yang sedang ia jalankan saat ini, ia juga berharap tidak hanya berjalan ketika dirinya menjabat sebagai Duta Tanaman Prov.
Kalimantan Barat 2019 melainkan dapat berjalan secara berkelanjutan sehingga terus bisa memberikan edukasi tentang tanaman.
Alasan lainnya ketika memilih tanaman tersebut diungkapkan olehnya karena ia terinspirasi ketika mendapat edukasi oleh Yeni.
Beliau bekerja di BPP Rasau Jaya, pada saat itu dirinya di undang oleh anggota GERAM (Gerakan Ayo Menanam) dalam kegiatan Forum Diskusi Percepatan Desa Rasau Jaya 3 Menuju Desa Wisata Buah 2020 dan bertemu dengan beliau.
"Pada saat itu kami keliling ke kebun petani untuk melihat perkembangan kebun mereka dan memetik langsung buah yang ada dikebun. Jenis tanaman buah, seperti tanaman buah jambu kristal, tanaman strawberry, ini yang best seller.
Tapi jika ada yang meminta tanaman sayuran seperti cabai, seledri dll dan Petani ada stok tanaman tersebut Saya tetap terima permintaan untuk dijual," ungkapnya.
Setelah keliling melihat tanaman tersebut, ia pun merencanakan pada bulan Desember tahun lalu untuk mendistribusikannya, dan akhirnya bisa terlaksana pada bulan Maret tahun ini.
Permintaan yang datang ia kumpulkan dan ia jual dengan harga yang standar dan terjangkau.
Walaupun masih dalam bentuk donasi nantinya, ia berharap kegiatan ini bisa diikuti oleh mahasiswa lainnya untuk menunjang hal positif.
Kamu juga bisa lihat di instagramnya @tabulampot.idaman19. (*)
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak