Virus Corona Masuk Kalbar

Aksi Solidaritas ASN Singkawang, Pemkot Keluarkan Surat Edaran Partisipasi Sumbangan

Surat edaran dikeluarkan setelah adanya surat imbauan dari Korpri pusat agar seluruh Korpri di Indonesia membantu melawan Covid-19.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Surat edaran solidaritas ASN. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Aparatur Sipil Negara (ASN) kecuali PNS pada UPT Puskesmas Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang melakukan solidaritas menyumbangkan sebagian penghasilannya untuk membantu melawan virus corona atau Covid-19 di wilayah Kota Singkawang.

Aksi ini tertuang dalam surat edaran nomor 060/253/SETDA.OR-C tentang partisipasi PNS dalam penanganan Covid-19.

Adapun besaran partisipasi sumbangan ditetapkan Rp 750 ribu untuk esselon II a, Rp 500 ribu esselon II b, Rp 300 ribu esselon III a, Rp 250 ribu esselon III b, Rp 200 ribu esselon IV a dan Rp 150 ribu esselon IV b.

Pemkab Kubu Raya Laksanakan Rakor Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sambil Berjemur

Kemudian pelaksana fungsional golongan IV Rp 100 ribu, golongan III Rp 75 ribu, golongan II Rp 50 ribu, auditor ahli madya Rp 250 ribu, auditor ahli muda Rp 200 ribu dan auditor ahli pertama Rp 200 ribu.

Mekanisme pengumpulan partisipasi diatur oleh masing-masing perangkat daerah untuk selanjutnya disetor ke Rekening Bank Syariah Mandiri paling lambat 13 April 2020.

Surat edaran dikeluarkan setelah adanya surat imbauan dari Korpri pusat agar seluruh Korpri di Indonesia membantu melawan Covid-19.

"Ada surat dari Korpri, jadi kayak solidaritas dari ASN," kata Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie saat dikonfirmasi, Kamis (2/4/2020).

Chui Mie menilai hal ini sangat bagus dilakukan, karena hanya sekali saja mereka membantu.

Namun ia telah menyampaikan ke Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Singkawang agar jangan ada pemaksaan.

Bila sesuai dengan surat itu bisa terkumpul kurang lebih Rp 300 juta. Dana sumbangan tersebut sepenuhnya akan digunakan untuk membantu melawan Covid-19.

Dana akan dibelanjakan untuk membeli Alat Pelindung Diri (APD), masker, hand sanitezer dan sebagainya.

Bila saat itu sudah banyak dialihkan kebagian sosial untuk membantu masyarakat.

"Kita lihat yang mana dulu yang kosong, kita belanjakan dulu," tuturnya. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved