Jamu Unmul Bukan Produksi Laboratorium Farmasi, Ini Penjelasan Lengkap Dekan Prof Laode Rijai

Fakultas Farmasi Unmul memiliki beberapa keahlian antara lain Teknologi Farmasi yang sangat paham dengan berbagai standar.

Humas Farmasi Unmul
Dekan Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman Prof Dr Laode Rijai MSi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID , SAMARINDA - Dekan Fakultas Farmasi Unmul Prof Dr Laode Rijai Msi mengklarifikasi beredarnya berita Unmul bersama IDI memproduksi Jamu untuk tingkatkan imun yang akan didonasikan pada tim medis yang menangani Covid-19.

Menurut Laode Rijai, adanya berita jamu tersebut diproduksi oleh laboratorium Fakultas Farmasi Unmul tidak benar.

Jamu mungkin diproduksi laboratorium lain di Unmul, tapi bukan laboratorium Fakultas Farmasi Unmul.

Klarifikasi ini dilakukan untuk menjawab penilaian masyarakat terhadap proses dan laboratorium tempat produksi tersebut yang menurut masyarakat tidak memenuhi standar farmasi.

Penilaian ini merugikan Laboratorium Fakultas Farmasi Unmul yang seharusnya memahami standar formulasi, standar produksi, standar laboratorium dan standar peralatan.

Fakultas Farmasi Unmul memiliki beberapa keahlian antara lain Teknologi Farmasi yang sangat paham dengan berbagai standar tersebut.

Bahwa ada Dosen Fakultas Farmasi Unmul yang ikut serta pada produski jamu Unmul tersebut adalah tanpa sepengetahuan Dekan Fakultas Farmasi

Dan yang bersangkutan bukan pada keahlian Teknologi Farmasi yang memungkinkan tidak menguasai berbagai standat tersebut.

“Sekali lagi saya Dekan Fakultas sampaikan pada masyarakat yang menilai proses produksi jamu Unmul adalah tidak standar, itu dilakukan bukan di laboratorium Fakultas Farmasi Unmul,” kata Laode Rijai. (*)

(Tribunpontianak.co.id/safruddin)

Penulis: ruddy
Editor: ruddy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved