Human Interest Story
Bupati Muda Ajak Bersama Cegah Corona, Semprot Disinfektan Tempat-tempat Umum
Seluruh elemen masyarakat dapat terlibat dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 yang dimulai dengan menjaga lingkungan masing-masing
Penulis: Muzammilul Abrori | Editor: Didit Widodo
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ade Muzamilul
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengajak seluruh elemen masyarakat Kubu Raya bersikap proaktif, ikut terlibat dalam upaya pencegahan Covid-19 atau virus corona.
Disampaikan Muda, upaya pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat pun bisa dengan semakin memasifkan gerakan menyemprotkan desinfektan di rumah-rumah ibadah di setiap desa dan berbagai sarana umum lainnya.
Hal itu sebagaimana yang telah dilakukan sejumlah komunitas yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kubu Raya, yakni melakukan penyemprotan di sejumlah rumah ibadah dan fasilitas publik di beberapa desa.
“Ini bisa dilakukan dengan cara yang sederhana, dimulai dari membuat sendiri bahan desinfektan dengan campuran cairan pembersih bayclin atau wipol dan air dengan komposisi 70:30. Kemudian tinggal disemprotkan melalui alat penyemprot hama seperti yang digunakan oleh petani. Atau juga bisa dengan botol semprotan plastik rumahan,” tutur Muda, Jumat (20/3/2020).
• Kadissosnaker Kalbar Terima 144 PMI, yang Sakit Langsung Karantina
• Dampak Virus Corona di Pontianak & Kalbar, Pengunjung Ayani Mega Mall Turun Drastis hingga 50 Persen
Menurut Muda, seluruh elemen masyarakat dapat terlibat dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 yang dimulai dengan menjaga lingkungan masing-masing, terutama di desa-desa yang berpenduduk padat.
Dikatakan orang nomor satu di Kubu Raya itu, penyemprotan desinfektan dapat dilakukan secara berkala dalam beberapa hari, termasuk penyemprotan di masjid-masjid sehingga jemaah tidak khawatir untuk melakukan salat berjemaah.
“Dari hal-hal yang sederhana sekali kita ajak masyarakat membersihkan lingkungan rumah. Terutama menyemprotkan desinfektan pada gagang pintu dan benda-benda yang sering tersentuh tangan. Masyarakat tidak semuanya paham dengan penjelasan dengan bahasa medis. Karena itu kita gerakkan dari sisi yang sifatnya bisa mereka pahami,” terangnya.
Muda juga mengingatkan pentingnya membiasakan mencuci tangan dengan sabun.
Dan kepada instansi-instansi dan rumah-rumah ibadah, ia meminta untuk menyiapkan air dan sabun. Agar setiap orang yang akan beraktivitas di dalamnya dipastikan dalam keadaan bersih.
“Setiap orang yang akan masuk kantor desa dan rumah-rumah ibadah agar disediakan air di depan dan diwajibkan mencuci tangan dulu dengan sabun,"
"Mari kita mulai lakukan langkah-langkah dengan hal-hal sederhana dan bisa dilakukan sendiri tanpa menunggu dari pihak pemerintah. Semua warga harus kompak, serentak, dan masif melakukannya. Kita tidak boleh anggap enteng soal Covid-19 ini. Lebih baik kita cegah dan bentengi lingkungan sekitar sebelum nantinya terjadi hal-hal yang membuat kita panik,” ajaknya.
Muda juga mengingatkan, setiap orang agar disiplin melakukan isolasi mandiri selama waktu yang ditetapkan yaitu 14 hari.
Dengan beraktivitas di rumah bersama keluarga, diharapkan dapat menciptakan daya tahan tubuh yang baik sekaligus memutus rantai penyebaran Covid-19.
“Usahakan lebih banyak di rumah dan agenda-agenda keramaian agar bisa ditunda dulu sementara waktu. Semoga kita semua selalu diberikan lindungan dari Allah Taala dan yakinkan diri dan keluarga bahwa kita insya Allah bisa melewati masa ini tetap dalam ketenangan,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu pula ia menyampaikan, per 17 Maret 2020 kemarin sedikitnya ada 34 titik ruang publik di Kabupaten Kubu Raya yang telah menjalani penyemprotan desinfektan.
"Mulai rumah-rumah ibadah, kantor camat, kantor-kantor desa, puskesmas, balai desa, kantor kepolisian, dan kantor urusan agama. Kegiatan penyemprotan akan terus dilakukan di berbagai ruang publik lainnya," sampainya.