Virus Corona Masuk Indonesia
Malaysia Lockdown Akibat Corona, Gubernur Kalbar Minta Bupati Jarot Awasi Jalan Tikus Perbatasan
Dikhawatirkan, pekerja migran yang tidak bisa pulang melalui jalur legal justru menerobos melalui jalan tikus
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Madrosid
SINTANG - Pemberlakukan lockdwon untuk mencegah penyebaran virus corona di Malaysia berdampak besar terhadap pekerja migran asal Indonesia.
Dikhawatirkan, pekerja migran yang tidak bisa pulang melalui jalur legal justru menerobos melalui jalan tikus yang ada di jalur perbatasan, seperti Kabupaten Sintang yang belum ada PLBN.
Bupati Sintang, Jarot Winarno menyebut imbas Malaysia memberlakukan Lockdwon itu lah saat ini sedang menjadi problem untuk diatasi. Apalagi di jalur perbatasan ada banyak jalur pelintas tradisional.
“Problem kita satu. Ini karena lockdwon di Malaysia, sebagian besar pekerja kita itu dipulangkan oleh majikannya,” ungkap Jarot, Kamis (19/3).
Akibat pemberlakukan lockdwon, para tenaga kerja migran tidak bisa pulang secara legal. Terlebih, pintu PLBN saat ini sudah ditutup oleh pemerintah dari dua negara.
Gubernur Kalbar, Sutarmidji bahkan sudah mengingatkan Jarot agar mengasi jalan tikus di perbatasan.
“Karena cara legal dia susah dipulangkan, sekarang dia itu lewat jalan tikus. Gubernur mengingatkan saya, minta awasi jalan tikus. Itu yang problem kita,” ujar Jarot.
Kasi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldak) Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong, Andhika menyampaikan bahwa Border di Tebedu, Malaysia yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar resmi ditutup.
"Malaysia sudah mulai tutup. WNI yang melintas dilarang, Mereka hanya mengijinkan Warga Negara Malaysia untuk masuk sama WNI yg mau keluar,"katanya melalui telpon selulernya, Rabu (18/3/2020).
Dikatakannya, Saat ini kondisi di PLBN Entikong, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar, sangat sepi.
• BREAKING NEWS - Pintu Perbatasan Malaysia-Indonesia di PLBN Entikong Resmi Ditutup Total
"Sepi sekali. Tapi mulai masuk sedikit-sedikit WNI yang keluar dari Malaysia,"ujarnya.
Untuk yang datang dicek lebih lanjut oleh Karantina Kesehatan terkait suhu tubuh mereka masing-masing.
Berdasarkan informasi yang ia terima, di Malaysia semua perusahaan tutup.
"Jadi tenaga kerja selain WN Malaysia diarahkan untuk kembali ke negara nya,"ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/gubernur-kalimantan-barat-sutarmidji-konferensi-pers-corona-3.jpg)