Virus Corona Masuk Kalbar
RSUD Ade M Djoen Sintang Butuh Dukungan APD, Bupati Jarot Pesan Tim Medis Berhati-hati
Untuk diketahui, RSUD Ade M Djoen Sintang ditunjuk sebagai salah satu rumah sakit rujukan penanganan corona di Kalbar.
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Maudy Asri Gita Utami
SINTANG - Bupati Sintang, Jarot Winarno meminta tenaga medis yang bertugas menangani pasien suspect corona di RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang harus berhati-hati, Rabu (18/3/2020).
Dia meminta petugas media mengutamakan keselamatan dan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).
“Rumah sakit meski harus hati-hati. Ingat, dari korban meninggal dunia, ada satu tenaga medis. Jadi APD meski benar-benar, dipakai sekali, setelah itu dibuang,” pesan Jarot.
Usai mengatakan pesan tersebut, Jarot kemudian bertanya kepada Rosa Trifina, Direktur RSUD Ade M Djoen soal kelengkapan APD.
• Tangani Pasien Suspek Virus Corona, APD di RSUD Abdul Aziz Singkawang Tersisa 10 Set
“Ada 37 APD. Sudah terpakai 9. Cukup untuk dua hari,” jawab Rosa.
Mendengar hal itu, Jarot pun meminta agar BPBD sebagai leading sektor yang ditunjuk oleh pemerintah pusat untuk segera meminta bantuan APD kepada pemerintah pusat.
“Jadi negara ini lemah diaspek ini. (BPBD) minta kirim APD yang banyak dan alat swap (pemeriksaan cairan tenggorokan dan hidung),” pintanya.
Untuk diketahui, RSUD Ade M Djoen Sintang ditunjuk sebagai salah satu rumah sakit rujukan penanganan corona di Kalbar.
Secara otomatis, pasien yang terindikasi gejala covid-19 dari empat kabupaten di wilayah timur Kalbar otomatis dirujuk ke Sintang.
Sementara, saat ini ada satu orang dinyatakan Pasien Dalam Pengawasan rujukan dari Kabupaten Kapuas Hulu yang saat ini diisolasi di RSUD Ade M Djoen lantaran dicurigai ada gejalan corona.
Persoalan lainnya, pandemi corona harus ekstra hati-hati. Tenaga medis juga harus mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap untuk mengantisipasi penyebaran virus.
Akan tetapi, APD yang saat ini dimiliki oleh RSUD Ade M Djoen, jumlahnya sangat minimalis, kurang dari 30.
Sementara, setiap satu tim tenaga medis yang bertugas untuk penanganan pasien corona, totalnya ada sembilan orang, terdiri dari perawat, dokter ahli hingga clening service.
Ketersediaan APD di RSUD Ade M Djoen sangat kurang.
Terlebih, APD tersebut hanya sekali pakai, tidak bisa bergantian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/bupati-sintang-jarot-winarno-rsud-ade-m-djoen-sintang.jpg)