Virus Corona Masuk Kalbar

Masyarakat Harus Paham Perbedaan ODP dan PDP Dalam Penanganan Virus Corona, Berikut Penjelasannya

Akan tetapi, yang membuat mereka dalam pantauan karena mereka baru datang dari daerah yang sudah diyakini terjadi penularan corona.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Jamadin
Tribunpontianak.co.id/ Anwar
TINJAU POSKO: Bupati Sintang, Jarot Winarno meninjau posko penanganan Corona Virus di Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang.  

SINTANG - Masih banyak masyarakat di Kabupaten Sintang yang belum memahami perbedaan antaran Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Tak sedikit masyarakat yang beranggapan bahwa ODP semuanya diisolasi di rumah sakit. Padahal, tidak demikian.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh menjelaskan orang yang masuk dalam ODP adalah semua orang dalam pemantauan yang kondisinya sehat semua.

Cegah Covid-19, Kasat Lantas Polres Singkawang Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Akan tetapi, yang membuat mereka dalam pantauan karena mereka baru datang dari daerah yang sudah diyakini terjadi penularan corona.

“Orang Dalam Pemantauan itu mereka dengan sukarela mau melakukan karantina diri sendiri. Sebenarnya karantina diri sendiri ini merupakan salah satu faktor penting, yang dapat menghambat penyebaran infeksi covid-19. Contoh di Cina itu karantina luar biasa. Ujung-ujungnya kasusnya menurun,” kata Harysinto Linoh, Rabu (18/2/2020).

Harysinto Linoh meminta masyarakat tidak berfikir negatif jika Orang Dalam Pemantauan (ODP) itu dikurung dalam ruangan. “Jangan berfikir kalau namanya ODP itu dia dikurung dalam satu ruangan, enggak.

Dia diam di rumah sendiri, tidak beraktivitas di luar kalau memang terpaksa mau beraktivitas gunakan masker. Selama 14 hari, setelah itu aman selesai, ndak ada masalah,” jelasnya.

Mengenai Pasien Dalam Pengawasan (PDP), apabila Orang Dalam Pemantauan tersebut sakit dan mengarah ke influenza sedang atau berat seperti batuk, flu, demam, dan gangguan pernapasan, maka secara langsung dijadikan PDP dan akan diisolasi di rumah sakit. 

“Upaya pemantauan untuk memudahkan mengantisipasi apabila ODP tersebut sakit, sehingga bisa dengan segera diambil tindakan,” ungkap Harysinto Linoh

Tingkatkan Koordinasi

Anggota DPRD Provinsi Kalbar, Terry Ibrahim meminta pemerintah harus siap dalam penanganan virus corona. Termasuk soal APD di rumah sakit.

“Provinsi yang membawahi kabupaten ktota harus koordinasi langsung kepada pihak dinas kesehatan mempertanyakan sejauh mana kesiapan masing-masing kabupaten,” pinta Terry Ibrahim

Menurut Terry, kekurangan APD rumah sakit harus segera ditangani oleh pemerintah provinsi dan pusat. Selain itu, Dinkes Provinsi Kalbar menjalin koordinasi yang baik antar rumah sakit. Dengan begitu, apabila salah satu rumah sakit mengalami kekurangan APD, rumah sakit lain bisa saling membantu.

“Kita tidak tahu kapan virus datangnya kapan. Sementar virus tidak bisa dilihat secara kasat mata. Tidak ada kabupaten yang menjadi skala perioritas persiapan APD, semuanya harus kita standby-kan. Kalau di Sintang, dibantu lah dari kabupaten lain atu provinsi, bisa menyokongnya. Koordinasi harus terbuka,” harap Terry Ibrahim.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved