Ustadz Abdul Somad
Dampak Virus Corona, UAS Tak Isi Jadwal Ceramah Mulai 16 Maret 2020
“Semoga dapat dimaklumi. Mohon maaf, terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh” ujarnya.
Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin
Ustadz Abdul Somad (UAS) menyatakan tidak dapat mengisi jadwal dalam waktu dekat sejak 16 Maret 2020.
Keputusan itu disampaikan Ustadz Abdul Somad sebagai tindak lanjut himbauan dunia internasional dan pemerintah agar menghindari kerumunan massa dan kontak langsung.
"Menindaklanjuti himbauan dunia internasional, pemerintah pusat, Provinsi, kabupaten/kota, kampus dan sekolah agar menghindari kerumunan massa, kontak langsung, maka saya tidak dapat mengisi jadwal jadwal dalam waktu dekat ini, sejak 16 Maret 2020 hingga batas waktu yg tidak ditentukan /hingga kondusif," kata UAS dalam video yang diunggah di akun Instagram Ustadz Abdul Somad Official.
UAS berharap keputusannya dapat dimaklumi berbagai pihak terkait.
“Semoga dapat dimaklumi. Mohon maaf, terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh” ujarnya.
Pengumuman serupa juga disampaikan Ustadz Adi Hidayat.
Dalam video yang diunggah di Youtube Adi Hidayat Official, UAH menyatakan dirinya ingin mendukung mendukung, bersinergi dengan imbauan dunia internasional, khususnya dari pemerintahan kita Negara Kesatuan Republik Indonesia, untuk menekan, mencegah, sekaligus juga mengatasi penyebaran dan penularan virus corona Covid-19.
"Salah satunya dengan pertama, menghindari kegiatan-kegiatan yang sifatnya terbuka dan menghadirkan kerumunan massa," kata UAH.
Untuk itu dirinya menyatakan, bahwa seluruh kegiatan taklim yang sifatnya terbuka, untuk sementara akan ditangguhkan, sehingga menghadirkan situasi yang kondusif.
"Dan dengan itu kita berkontribusi untuk menekan penyebaran virus yang dimaksudkan, sehingga tidak mudah menular pada kalangan masyarakat," kata Ustadz Adi Hidayat.
Berikut pernyataan lengkap Ustadz Adi Hidayat:
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillah, was-Shalatu was-Salamu 'Ala Rasulillah wa 'Ala Alihi was-Sahbihi wa Manwala, Amma Ba'du
Saudara, saudariku sebangsa, setanah air.
Saya Adi Hidayat dengan ini ingin menyampaikan pernyataan, respon, juga imbauan terkait dengan pandemi virus Covid-19 atau yang kita kenal dengan corona yang telah mewabah di belahan dunia.
Termasuk menjangkiti lebih dari 100 negara, 130 ribu kasus dan bahkan menelan 4900 korban yang berujung pada kematian.
Untuk itu, saya ingin mendukung, bersinergi dengan imbauan dunia internasional, khususnya dari pemerintahan kita Negara Kesatuan Republik Indonesia, untuk menekan, mencegah, sekaligus juga mengatasi penyebaran dan penularan virus yang dimaksudkan.
Salah satunya dengan pertama, menghindari kegiatan-kegiatan yang sifatnya terbuka dan menghadirkan kerumunan massa.
Untuk itu saya ingin menyatakan, bahwa seluruh kegiatan taklim yang sifatnya terbuka, yang saya bina, untuk sementara kita akan tangguhkan, sehingga menghadirkan situasi yang kondusif.
Dan dengan itu kita berkontribusi untuk menekan penyebaran virus yang dimaksudkan, sehingga tidak mudah menular pada kalangan masyarakat.
Dengan itu, saya juga ingin menyampaikan solusi bahwa seluruh jadwal taklim yang sedianya akan tersampaikan atau disampaikan dengan terbuka dalam tabligh akbar atau pengajian-pengajian umum, dalam situasi saat ini akan dialihkan pada media online yang bisa tersambung dengan komunikasi jarak jauh melalui perangkat-perangkat anda dimanapun anda bisa berada dengan keadaan yang lebih aman dan nyaman.
Yang kedua, kami mengusulkan kepada Majelis Ulama Indonesia untuk melakukan kajian khusus terhadap dampak covid-19 ini, dalam kaitannya pada penunaian ibadah, bagi umat Islam khususnya di Indonesia.
Untuk itu, kami berharap seyogyanya ada fatwa yang disampaikan oleh Majelis Ulama Indonesia terkait dengan tata cara beribadah sebagai dampak kaitan penyebaran virus covid-19 ini khususnya pada tatanan praktis ibadah yang ditunaikan secara berjamaah.
Baik shalat berjamaah ataupun kegiatan-kegiatan lainnya.
Dan yang ketiga tentunya kami menunggu arahan dari pemerintah Indonesia khususnya tentang informasi yang terang seputar penyebaran virus Covid-19 ini di wilayah-wilayah di Indonesia.
Sehingga dengan itu kita bisa mengambil langkah antisipatif yang kuat, dengan tidak mendatangi tempat-tempat dimaksud dan juga bisa melakukan langkah antisipasi untuk berinteraksi
Kami memandang bahwa menyelamatkan satu nyawa itu lebih berharga dibandingkan dengan menghasilkan investasi yang cukup banyak. Namun digunakan untuk mengobati hal-hal yang beresiko lebih tinggi.
Kami mendukung setiap langkah untuk bisa menekan penularan dan juga mengatasi virus Covid-19 ini yang tentunya akan diarahkan dan dibimbing oleh pemerintah kita melalui Kementerian Kesehatan.
Saya mengimbau juga ke masyarakat untuk mengikuti langkah-langkah dimaksud.
Dan tentunya terakhir, kita berdoa kepada Allah SWT dan meningkatkan ketahanan spiritual kita.
Karena dengan ketahanan spiritual itu, akan berpengaruh pula pada ketenangan jiwa yang melahirkan dampak-dampak yang baik pada aktivitas tubuh kita, sehingga menghindari kepanikan dalam segala hal yang kita hadapi.
Semoga Allah memberikan hikmah terbaik ujian dan musibah ini.
Meringankan, menyabarkan kita dan memberikan ketahanan dan ketangguhan kepada kita untuk menjadi bangsa yang kuat, perssudaraan yang utuh dan saling bersinergi satu dengan yang lainnya.
Saya berharap kepada seluruh kolega, baik para ustadz, para ulama juga seluruh masyarakat bangsa Indonesia agar kita bersatu menghadapi musibah ini dan tidak menjadikan ini sebagai lahan untuk mencari keuntungan dunia atau bagian-bagian intrik politik yang justru akan mempersulit kita untuk mengatasi pandemi yang dimaksudkan.
Adi Hidayat, Assalamualaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuhu.