Kampung Mugum Bergerak, Berjuang Memerdekakan Diri dari Kegelapan

Dimana mereka berkumpul atas kemauan sendiri dan atas inisiatif sendiri untuk memerdekakan Kampung Mugum dari kegelapan

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Stevanus Agung
Pemuda Kampung Mugum, Desa balai Gemuruh, Dusun Sondong, Kecamatan Subah, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat saat menyerahkan proposal permohonan pengajuan listrik di kampung mereka, Jumat (13/3/2020). 

SAMBAS - Mugum adalah sebuah nama kampung di Desa Balai Gemuruh, Dusun Sondong, Kecamatan Subah, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. 

Kampung ini bisa ditempuh dengan perjalanan darat, kurang lebih satu jam perjalanan dari Ibu Kota kabupaten Sambas.

Disampaikan oleh Dedi Kristianto salah satu pemuda revolusioner dikampung tersebut, jika mereka mulai resah dan gelisah apabila malam tiba dikampung tersebut.

"Karena kemerdekaan atas penerangan alias listrik ditempat ini belum dirasakan, bahkan lelucon yang disematkan orang-orang apabila berkunjung kekampung ini adalah tidak ada kedamaian dalam kegelapan."

Cornelis Serap Aspirasi Masyarakat Perbatasan, Camat Ketungau Sintang Minta Listrik

"Dan itu masuk akal juga, karena kita terlalu lama dalam kegelapan dimalam hari," ujarnya, Jumat (13/3/2020).

Karena keresahan itu, beberapa pemuda dan tokoh masyarakat desa setempat mulai bertindak.

Dimana mereka berkumpul atas kemauan sendiri dan atas inisiatif sendiri untuk memerdekakan Kampung Mugum dari kegelapan

"Dalam keputusan musyawarah kita siap untuk dibebankan untuk pengadaan kWh, serta biaya administrasi dalam pengajuan proposal listrik ini," ungkap Dedi.

Dan kemarin, tepatnya Rabu (11/3/2020) menjadi lembaran awal dalam perjuangan warga Kampung Mugum, Kecamatan Subah.

Dimana proposal yang sudah mereka buat, mereka ajukan keberbagai pihak, diantaranya adalah PLN ranting Sambas, Kepala Desa Balai Gemuruh, Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili, Ketua DPRD Sambas H Abu Bakar dan lain-lain.

"Selain itu juga kepada wakil-wakil kami yang ada di DPRD Sambas, sperti Ibu Melani Astuti, Ibu Prantika dan pak Yakob Pujana, serta Danramil," sambungnya.

Karenanya, Gede Anggara salah satu pemuda yang ikut kegiatan tersebut mengatakan mereka berharap kampung mereka segera merdeka dari kegelapan dan segera bisa mendapat penerangan listrik.

"Harapan kita tentu besar, semoga pihak PLN segera menindaklanjuti propsal ini, sebab hal ini sebelum kita membuat dan mengajukan propsal ini."

"Tentu kita sudah berkonsultasi dengan berbagai pihak dan pastinya pihak PLN Rayon Sambas dan Kalbar arahan mereka ya begini," jelasnya.

"Semoga saja cepat dalam tindak lanjutnya, kita sudah capek hidup dalam kegelapan, tak enak gelap-gelap dimalam hari dizaman revolusi Industri 4.0," tutupnya. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved