Corona Masuk Indonesia
Ribuan Orang Sudah Terjangkit, Pemkab Sambas Bentuk Tim Tanggap Corona
Kabupaten Sambas pertama melakukan pembentukan tim tanggap dan respon penularan covid-19,
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Jamadin
SAMBAS - Pemerintah Kabupaten Sambas menanggapi serius ancaman virus COVID-19 atau Corona.
Karenanya, Pemda Sambas membentuk Tim Tanggap dan Respon Penularan Corona Virus di Kabupaten Sambas, Kalbar.
Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili mengatakan, untuk menanggapi semakin berkembangnya penularan virus Corona, karenanya mengharuskan Pemda Kabupaten Sambas lebih meningkatkan kewaspadaannya.
"Virus corona menjadi problematika dunia, awal 2020 WHO telah menetapkan virus ini sangat membahayakan masyarakat dunia. Bahkan di Indonesia terakhir sudah puluhan orang yang terkena virus ini, dan yang lebih penting di Sambas jangan sampai ada," ujarnya, saat rapat pembentukan Tim Tanggap Bencana kemarin, di Kantor Bupati Sambas, Rabu (11/3/2020).
Untuk itu, di sampaikan Atbah, penting bagi Sambas untuk meningkatkan kewaspadaan. Karena mengingat topografi daerah Kabupaten Sambas yang cenderung terbuka secara Internasional. Dan memiliki PLBN dan batas darat dengan negara tetangga.
"Mudahan-mudahan ini kita antisipasi secepatnya, karena kita daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia Timur. Jangan sampai ada pelintas yang cenderung berpotensi menebarkan virus ini di daerah kita," papar Atbah.
Kondisi ini jelas Atbah, akan membuat seluruh Intasnsi dan lembaga yang terkait di Kabupaten Sambas, harus meningkatkan pengamanan dan antisipasi masuknya virus Corona.
"Saya harapkan pintu manapun yang punya kemungkinan pelintas harus segera di antisipasi. Dan kemudian masyarakat akan terus dilakukan edukasi agar secara mandiri bisa melakukan antisipasi dengan perilaku hidup sehat," tutur Atbah.
• Harga Cabai Kering Tembus Rp160 Ribu Perkilo karena Pembatasan Impor Akibat Corona
Di sisi lain, Atbah katakan banyak dampak negatif dari penyebaran virus Corona ini. Sampai-sampai mengganggu jalannya ibadah umrah di Arab Saudi.
"Saya sangat sedih karena gara-gara corona saat ini orang tidak bisa umrah, saya takut orang bahkan tidak bisa ibadah haji," katanya.
"Masjid nabawi kosong, raudah kosong, Masjidil Haram yang setiap saat ada tawaf, sempat terputus tawaf akibat corona," bebernya.
Dalam catatan sejarah kata Atbah, tercatat 48 kali sudah tidak bisa dilaksanakan ibadah Haji.
"Tercatat sejarah ada 48 kali tidak bisa dilakukan ibadah haji akibat sesuatu yang darurat. Saudi Arabia saat ini memproteksi diri dari luar," sambung Atbah.
Untuk itu, ia berharap agar masyarakat Sambas bisa tetap waspada. Meskipun Tim Tanggap Corona telah dibentuk, masyarakat Sambas ia minta tetap untuk memproteksi diri mereka.
"Kebiasaan jorok dan kotor harus kita tinggalkan, jangan ada ucapan rasis terkait sebab corona ini, jangan sampai terpapar satupun corona di sambas, khususnya PLBN, Perbatasan Singkawang dan pintu masuk lainnya, kita harus serius menanggapi kondisi ini," tutup Atbah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/tim-tanggap-bencana-kemarin.jpg)