Human Interest Story
Ingat Tragedi Jatuhnya Pesawat MH370, 6 Tahun Berlalu Intan Maizura Berusaha Kuat Bersama 2 Anak
Sejak 2014 silam hingga saat ini, seluruh awak dan penumpang MH370 tak diketahui keberadaannya.
Dunia penerbangan sempat digegerkan dengan jatuhnya pesawat MH370 yang membawa ratusan penumpang menuju beijing.
Minggu (8/3/2020), tepat enam tahun hilangnya pesawat milik maskapai Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370.
Sejak 2014 silam hingga saat ini, seluruh awak dan penumpang MH370 tak diketahui keberadaannya.
Pada 8 Maret 2014, pesawat Boeing 777-200 Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 jatuh di Samudra Hindia.
Pesawat dengan rute Kuala Lumpur-Beijing itu lepas landas dari Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) pada pukul 00.41 waktu setempat.
Pesawat itu dijadwalkan tiba di Beijing pukul 06.30, tetapi kemudian putus kontak sekitar pukul 02.40 waktu setempat, 8 Maret 2014.
Adapun posisi terakhir pesawat tersebut sebelum putus kontak yakni berada di kawasan Laut China Selatan di antara Pesisir Timur Semenanjung Malaysia dan ujung selatan Vietnam.
Diketahui, pesawat tersebut membawa 239 orang, dengan rincian 227 penumpang dan 12 awak pesawat.
• Pemerintah Malaysia Akan Hentikan Pencarian Pesawat MH370 Terhitung 29 Mei
Tahun-tahun semenjak temuan itu, banyak dugaan-dugaan lain tentang penyebab kecelakaan MH370.
Hingga hari ini, keberadaan mereka masih menjadi misteri.
Tragedi memilukan ini membekas terutama di hati para keluarga penumpang.
Bahkan setelah 6 tahun berlalu, peristiwa kelam itu masih terus membayangi kehidupan mereka.
Intan Maizura Othaman, seorang wanita yang suaminya menjadi penumpang MH370, berkeluh kesah tentang kehidupannya 6 tahun setelah kecelakaan itu.
Melalui Instagramnya yang bernama @intanmaizuraothaman, Intan bercerita soal bagaimana ia bertahan semenjak suaminya hilang bersama MH370.
Postingan Intan tersebut diunggah pada Jumat 6 Maret 2020.
Intan yang kini menjadi orang tua tunggal harus berjuang membesarkan dua anaknya tanpa kehadiran suami.
Ia menyebut anak-anaknya besar dengan tangisan, ia juga menyesali kepergian suami yang tidak meninggalkan pesan, bahkan tidak memiliki makam.
Berikut unggahan Intan seperti yang dikutip TribunStyle.com dari Instagramnya:
"REMEMBERING MH370 - 8 MAR 2014
6 tahun sudah berlalu..
Tak terasan waktu pantasnya pergi.. Tiada kubur..
Tiada pesan..
Tiada lagi tangisan seperti dulu..
Hidup mesti aku teruskan.
Kan Allah dah janji "mati itu pasti"
Tak apa, Allah ada.. Anak2 makin membesar..
Mereka membesar dengan tangisan..
Tak mengerti sepatah apa..
Hanya jawapan bohong hari demi hari..
Buntu mau jawab apa lagi..
Sehingga kini baru Iman mengerti,
Mengerti tak semestinya boleh paham tapi semuanya samar2 hingga ke mati..
Lahirnya Muhammad seorang bayi yang kuat.
Dia pahami untuk tidak menyusahkan hati ibunya yang kosong..
Sedari kecil anak ini tak pernah menyusahkan..
Hanya tangis bila lapar, lapar dan lapar..
Tidurnya mudah, senyum saja..
Sedari kecik sudah mandiri.. Semuanya mudah berkat dari Ilahi.
Sakit kuning, batuk, demam selsema, itu biasa..
Ke hulu ke hilir ibu sendiri..
Janji anak kecil ini sembuh dan tak susahkan hati mommy..
Aku harapkan anak2 ini sentiasa di bawah lindungan Allah yang Esa..
Menjadi anak2 yang soleh supaya dapat mendoakan papa yang berada di sana.
Tak lekang dari bibir setiap mereka menyebut papa papa papa..
Moga cinta mereka sentiasa mekar hingga ke syurga..
Ya Allah, permudahkanlah segalanya ..
Aamiin Ya Rabbalalamin." (TribunStyle.com)